kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

AASI: Asuransi jiwa unitlink syariah masih banyak peminat


Selasa, 18 Desember 2018 / 17:58 WIB
AASI: Asuransi jiwa unitlink syariah masih banyak peminat
ILUSTRASI. Logo Perusahan Asuransi Yang Berada di Kantor AAJI


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Erwin Noekman mengatakan, hingga kuartal III-2018 produk unitlinked memberi kontribusi sebesar 90% dari total premi bruto industri asurasi jiwa syariah.

“Kami melihat komposisi Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) menguasai 90% dari total perolehan kontribusi di asuransi jiwa syariah,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (14/12).

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, premi bruto asuransi jiwa syariah hingga September 2018 mencapai Rp 7,70 triliun atau naik 1,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,58 triliun.

Menurut Erwin, tahun 2019 produk asuransi berbalut investasi ini masih menjanjikan dibandingkan produk konvensional. Alasannya, instrumen investasi asuransi jiwa syariah relatif lebih konservatif dibandingkan asuransi konvensional. 

Selain itu, optimismenya terhadap pertumbuhan produk ini juga didorong oleh peminat produk asuransi ini yang cenderung konservatif dan tidak mengincar keuntungan besar.

Pengamat Kebijakan Perasuransian dan Jaminan Sosial Irvan Rahardjo berpendapat serupa. Ia menilai, tahun depan, peminat produk asuransi jiwa unitlink syariah akan tetap besar. Hal ini sejalan dengan semakin beragamnya produk keuangan syariah dan meningkatnya literasi keuangan syariah oleh Bank Indonesia dan OJK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×