kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 16.984   -65,00   -0,38%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

AAUI: Pendapatan Premi Industri Reasuransi Rp 10,74 Triliun pada Semester I-2024


Selasa, 01 Oktober 2024 / 09:25 WIB
AAUI: Pendapatan Premi Industri Reasuransi Rp 10,74 Triliun pada Semester I-2024
ILUSTRASI. pendapatan premi reasuransi naik 7,4% menjadi Rp 10,74 triliun di semester I-2024.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat pendapatan premi industri reasuransi mengalami pertumbuhan. Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik & Riset Trinita Situmeang mengatakan, pendapatan premi reasuransi capai Rp 10,74 triliun di semester I-2024.

"Nilai itu naik 7,4% atau sebesar Rp 737 miliar, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 10,01 triliun," ungkapnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Senin (30/9).

Trinita menjelaskan, pendapatan premi reasuransi salah satunya ditopang oleh lini bisnis properti yang naik sebesar Rp 891 miliar atau 17% menjadi Rp 6,13 triliun pada semester I-2024.

Selain properti, Trinita menerangkan, lini marine cargo juga menjadi kontributor terbesar perolehan premi reasuransi. Dia menyebut pendapatan premi reasuransi dari lini marine cargo sebesar Rp 983,6 miliar. 

Baca Juga: AAUI Proyeksikan Pendapatan Premi Asuransi Umum Tumbuh Dobel Digit pada Akhir Tahun

"Pertumbuhan yang lebih sustainable dapat dilihat dari pertumbuhan marine cargo sebesar Rp 121 miliar atau naik 14,1% secara Year on Year (YoY)," tuturnya.

Sementara itu, Trinita mengatakan industri reasuransi telah membayarkan total klaim sebesar Rp 2,35 triliun pada semester I-2024. Nilai itu menurun sebesar 35,4%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,35 triliun.

Meskipun terjadi penurunan, Trinita mengatakan pihaknya masih akan melihat dan memonitor pembayaran-pembayaran klaim sampai akhir tahun ini, khususnya untuk lini bisnis properti, marine, credit insurance, dan health insurance.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×