kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ada pandemi Covid-19, permodalan Bank NTB Syariah masih solid


Selasa, 07 Juli 2020 / 12:33 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Syariah. KONTAN/Muradi/2018/06/05


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank NTB Syariah masih mencatatkan permodalan yang cukup kuat di tengah pandemi Covid-19. Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini tidak terlalu terdampak oleh pandemi karena struktur pembiayaan perseroan masih didominasi oleh segmen konsumtif yang sebagi besar berasal dari debitur Apartur Sipil Negara (ASN) dan berpenghasilan tetap.

Kukuh Raharjo, Direktur Utama Bank NTB Syariah mengatakan, rasio permodalan perseroan masih tercatat solid yang ditandai dengan posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) per akhir Juni mencapai 33,16%.

Baca Juga: Bank Daerah Mempertebal Modal di Masa Pandemi

Ia mengakui bahwa posisi CAR ini turun dari akhir 2019 yang tercatat sebesar 35,42%. Namun, menurutnya itu bukan karena dampak pandemi tetapi karena ekpansi pembiayaan yang masih tumbuh.

"Pembiayaan NTB Syariah tumbuh 4,85% sampai dengan Juni. Jadi penurunan ini lebih banyak karena dampak ekspansi pembiayaan," kata Kukuh kepada Kontan.co.id, Senin (6/7).

Menurut Kukuh, posisi CAR Bank NTB Syariah ini masih sangat kuat untuk mendukung ekspansi bisnis tahun 2020 yang difokuskan untuk mendorong segmen UMKM agar dapat tetap bertahan di tengah pandemi. Oleh karena itu, perseroan tidak ada rencana mendapatkan penambahan modal dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah tahun ini.

Adapun progres restrukturisasi kredit yang dilakukan perseroan hingga saat ini mencapai Rp 22 miliar dari 99 debitur. Kukuh mengatakan, restrukturisasi itu sebagian besra berasal dari sektor perdagangan eceran.

Baca Juga: Kabar rush money berhembus, simak langkah perbankan dan OJK untuk tenangkan nasabah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×