kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 16.996   -53,00   -0,31%
  • IDX 7.161   112,40   1,59%
  • KOMPAS100 990   18,14   1,87%
  • LQ45 727   10,88   1,52%
  • ISSI 256   4,59   1,83%
  • IDX30 393   4,78   1,23%
  • IDXHIDIV20 488   1,01   0,21%
  • IDX80 112   1,95   1,78%
  • IDXV30 135   -0,69   -0,51%
  • IDXQ30 128   1,51   1,19%

Adira Finance Beberkan Sejumlah Tantangan Terkait Pembiayaan Alat Berat


Selasa, 17 September 2024 / 18:48 WIB
Adira Finance Beberkan Sejumlah Tantangan Terkait Pembiayaan Alat Berat
ILUSTRASI. Sejumlah alat berat menyelesaikan proyek pembangunan MRT Fase 2 di kawasan Glodok, Jakarta, Minggu (8/1). PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance telah menjajaki pembiayaan kendaraan alat berat (heavy equipment/HQ) untuk memenuhi kebutuhan para nasabahnya. Adapun untuk 3 tahun ke depan, Adira Finance menargetkan pembiayaan sektor ini  bisa mencapai Rp 5 triliun. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membeberkan sejumlah tantangan dalam menyalurkan pembiayaan alat berat sepanjang tahun ini. Manajemen telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi hal tersebut.

Direktur Bisnis dan Portofolio Adira Finance Harry Latif mengungkapkan salah satu tantangan terhadap pembiayaan alat berat datang dari penurunan harga komoditas, khususnya batubara. 

"Selain itu, situasi perekonomian domestik dan global yang masih belum menentu, serta konflik geopolitik yang berlangsung juga dapat mempengaruhi pembiayaan alat berat," ucapnya kepada Kontan, Selasa (17/9).

Baca Juga: Adira Finance Catat Pembiayaan Baru di Jabodetabek Rp 5,1 Triliun per Juni 2024

Meskipun demikian, Harry tetap optimistis kondisi pembiayaan alat berat bisa membaik ke depannya. Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan alat berat, Harry menerangkan Adira Finance akan meningkatkan kemampuan analitik dan melakukan perluasan dari sisi line up pembiayaan produk alat berat. 

Selain itu, dia bilang Adira Finance juga akan memperkuat sumber daya manusia dari sisi marketing agar bisa lebih menjangkau nasabah secara nasional.

Sementara itu, Harry menyebut porsi pembiayaan alat berat saat ini masih relatif kecil dari total portfolio pembiayaan perusahaan. Dia menyampaikan pembiayaan alat berat perusahaan tercatat mencapai sebesar Rp 380 miliar pada akhir Agustus 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×