Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berhasil membukukan penyaluran pembiayaan baru Rp 35 triliun hingga September 2026.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, kebutuhan pembiayaan masyarakat masih tetap ada meskipun kondisi ekonomi masih menantang.
“Kami melihat kebutuhan pembiayaan masyarakat masih tetap ada, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (15/10/26).
Di sisi lain, kinerja Adira Finance yang terus positif hingga kuartal III-2026 juga didorong oleh segmen pembiayaan kendaraan.
Baca Juga: Modal Ventura Lirik Peluang Investasi pada Startup Berbasis AI
Sementara itu, jika melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nilai pembiayaan kendaraan bermotor oleh multifinance mencapai Rp 403,02 triliun per Agustus 2026. Kemudian, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik industri multifinance tumbuh 34,67% secara tahunan mencari Rp 26,20 triliun per Agustus 2026.
Dalam menyalurkan pembiayaan, ke depannya Gani mengatakan akan terus optimalisasi jaringan dan basis pelanggan yang makin luas serta penguatan kerja sama dengan dealer dan mitra strategis.
Selain itu, perusahaan juga melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih berimbang antara segmen otomotif dan non-otomotif.
Untuk terus mendorong pertumbuhan kinerja, upaya tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas aset guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Di samping itu, OJK juga melakukan penyesuaian proyeksi pertumbuhan industri multifinance dari 6%-8% menjadi 2%-4% pada 2026.
Menurut Gani, langkah ini dinilai realistis untuk dicapai di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Optimisme ini didukung oleh kebutuhan masyarakat akan pembiayaan konsumtif maupun produktif.
"Perusahaan memandang proyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan industri sebesar 2% - 4% hingga akhir 2026 masih cukup realistis untuk dicapai," katanya.
Sebagai informasi, piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,08 triliun per Agustus 2026. Nilai tersebut tumbuh 1,68% secara tahunan atau year on year (YoY).
Baca Juga: Ciputra Life Ungkap Faktor yang Dapat Pengaruhi Tingkat Rasio Klaim Kesehatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














