kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.957   30,00   0,17%
  • IDX 5.845   -97,82   -1,65%
  • KOMPAS100 757   -12,80   -1,66%
  • LQ45 587   -7,70   -1,30%
  • ISSI 201   -4,38   -2,13%
  • IDX30 327   -4,06   -1,23%
  • IDXHIDIV20 421   -2,99   -0,70%
  • IDX80 87   -1,32   -1,49%
  • IDXV30 116   -0,84   -0,72%
  • IDXQ30 108   -0,80   -0,74%

Ciputra Life Ungkap Faktor yang Dapat Pengaruhi Tingkat Rasio Klaim Kesehatan


Kamis, 15 Oktober 2026 / 14:25 WIB
Ciputra Life Ungkap Faktor yang Dapat Pengaruhi Tingkat Rasio Klaim Kesehatan
ILUSTRASI. Ciputra Life (Dok/Ciputra Life)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menyampaikan terdapat sejumlah faktor yang berpotensi memengaruhi tingkat rasio klaim asuransi kesehatan ke depannya.

Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan faktornya, meliputi inflasi biaya medis, perubahan pola penyakit, serta peningkatan frekuensi dan intensitas pemanfaatan layanan kesehatan.

"Ditambah, adanya perkembangan teknologi dan metode perawatan medis yang dapat memengaruhi biaya pelayanan kesehatan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (14/10).

Dalam mengantisipasi potensi peningkatan rasio klaim, Listianawati menyebut Ciputra Life berfokus pada penguatan manajemen risiko, monitoring, dan evaluasi pengalaman klaim secara berkala. Selain itu, dia bilang perusahaan juga berfokus pada pengembangan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko nasabah.

Baca Juga: Begini Strategi OJK untuk Cegah Praktik Gali Lubang Tutup Lubang di Industri Fintech

Pada lini asuransi kesehatan kumpulan atau corporate solution, Listianawati mengatakan pemantauan portofolio juga menjadi hal penting dilakukan. Dia bilang upaya itu untuk membantu perusahaan memahami perkembangan pola klaim dan mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. 

"Dengan demikian, hasil evaluasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengelolaan portofolio, peninjauan kesesuaian manfaat, serta penetapan premi pada saat perpanjangan polis," tuturnya.

Selain itu, Listianawati menerangkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung kualitas layanan dan efektivitas proses administrasi klaim juga menjadi bagian dari upaya Ciputra Life dalam menjaga kualitas pengelolaan bisnis. Dia juga memandang edukasi mengenai pentingnya perlindungan kesehatan dan pemanfaatan layanan kesehatan secara bijaksana sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem perlindungan yang berkelanjutan.

Listianawati meyakini bahwa keberlanjutan industri asuransi kesehatan membutuhkan keseimbangan antara pengelolaan risiko yang disiplin, kualitas layanan, dan pemenuhan manfaat perlindungan bagi nasabah.

Bagi Ciputra Life, dia mengatakan peran perusahaan asuransi tidak berhenti pada pembayaran klaim, tetapi juga mencakup upaya membangun sistem perlindungan yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dengan demikian, asuransi dapat terus menjadi solusi pengelolaan risiko kesehatan yang memberikan nilai dan rasa aman bagi nasabah dalam jangka panjang.

Asal tahu saja, angka klaim rasio lini asuransi kesehatan rata-rata tercatat sebesar 61,51% per Juli 2026. Sebelumnya, OJK juga sudah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 mengenai Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan dan berlaku 3 bulan usai diundangkan pada 22 Desember 2025. 

Dalam POJK tersebut, terdapat berbagai ketentuan, seperti Medical Advisory Board hingga risk sharing atau co-payment. OJK menerangkan aturan itu dikeluarkan sebagai upaya memperkuat tata kelola penyelenggaraan produk asuransi kesehatan. 

Baca Juga: Gaji ASN Diusulkan Lewat Kopdes Merah Putih, Dana Murah BPD Jadi Taruhan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×