Reporter: Nadya Zahira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance menyampaikan bahwa pelemehan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini, cukup berdampak pada peningkatan penyaluran alat berat merek China di Adira Finance.
Untuk diketahui, alat berat merek China kini semakin populer dan banyak diminati karena harganya lebih murah dibanding merek AS, Eropa, hingga Jepang. Beberapa merek alat berat China yang beredar di pasar domestik antara lain Sany, LiuGong, Sinotruk, XCMG, dan lain-lain.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menyampaikan bahwa secara umum nilai tukar rupiah yang melemah sebenarnya tidak berdampak signifikan kepada peningkatan permintaan alat berat merek China. Namun, ia menyebut hingga Desember 2024, penyaluran pembiayaan alat berat merek China di Adira Finance meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pembiayaan Baru Adira Finance Capai Rp 36,6 Triliun di 2024, Ditopang Segmen Otomotif
“Peningkatan tersebut juga seiring dengan meningkatnya permintaan alat berat merek negeri Tirai Bambu tersebut. Tapi di Adira Finance baik merek China maupun non China, sama-sama meningkat dua kali lipat secara yoy,” kata dia kepada Kontan, Rabu (5/2).
Gani mengatakan bahwa Adira Finance menyalurkan pembiayaan alat berat ke sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, serta angkutan truk.
Lebih lanjut, dia menyebutkan hingga Desember 2024, pembiayaan alat berat Adira Finance tercatat mencapai sebesar Rp 490 miliar. Angka ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Adira Finance Ekspansi Kantor Cabang di Tahun 2025, Investasinya Capai Rp 30 Miliar
“Saat ini didominasi dari sektor pertambangan dan penggalian, walaupun prinsip diversifikasi selalu dijaga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Gani menilai di tahun 2025, Adira Finance masih punya kesempatan untuk meningkatkan porsi pembiayaan alat berat agar kontribusinya menjadi lebih besar pada keseluruhan portofolio pembiayaan perusahaan.
Untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan alat berat pada tahun 2025, Gani mengatakan bahwa Adira Finance mengambil langkah strategis, termasuk memperluas lini produk pembiayaan alat berat dan menambah tenaga pemasaran untuk menjangkau nasabah secara nasional.
“Adira Finance di tahun ini akan melakukan perluasan dari sisi line up pembiayaan produk Heavy Equipment (alat berat) serta menambah manpower dari sisi marketing, agar bisa lebih menjangkau nasabah secara nasional,” tandasnya.
Baca Juga: Adira Finance Targetkan Pembiayaan Baru Tumbuh 14% - 16% pada Tahun 2025
Selanjutnya: Mantap, Transaksi Digital Banking BCA Capai Rp 28.000 Triliun di 2024
Menarik Dibaca: Cara Pengajuan KUR BRI 2025 dan Syarat Memperolehnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News