kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

AFTECH Optimistis Industri Fintech Masih Berpotensi Tumbuh Tahun Ini


Kamis, 02 April 2026 / 12:20 WIB
AFTECH Optimistis Industri Fintech Masih Berpotensi Tumbuh Tahun Ini
ILUSTRASI. Ilustrasi fintech (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) optimistis industri fintech Tanah Air yang terdiri dari 25 model bisnis, masih berpotensi untuk tumbuh tahun ini. Asal tahu saja, sistem pembayaran, fintech peer to peer (P2P) lending, dompet digital, hingga modal ventura merupakan salah satu industri yang menjadi bagian dalam ekosistem fintech.

Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto mengatakan optimisme itu dipicu masih luasnya potensi peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Dia juga bilang masih banyak daerah di Indonesia yang belum tersentuh layanan jasa keuangan dan hal itu bisa menjadi peluang bagi fintech.

Baca Juga: AFTECH Sebut Fenomena Tech Winter Eliminasi Start-up yang Tak Sesuai Kebutuhan Pasar

"Peningkatan inklusi masih terbuka karena karakter geografi Indonesia itu pulau-pulau. Banyak daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh cabang-cabang. Artinya, potensi untuk meningkatkan konektivitas masyarakat terluar dengan produk keuangan itu sangat besar melalui fintech. Jadi, potensinya masih besar," katanya saat ditemui Kontan di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026).

Meski ada peluang, Firlie tak memungkiri terdapat juga tantangan bagi fintech untuk mendorong kinerja. Dia bilang salah satu tantangannya adalah infrastruktur yang belum merata hingga ke daerah terpencil.

Baca Juga: Perangi Penipuan di Fintech & Keuangan Digital, Aftech dan Jalin Bentuk Konsorsium

"Jangkauan seluler memang sudah sampai daerah terpencil, tetapi konektivitasnya masih rendah. Misalnya, kecepatan internet, karena melakukan transaksi keuangan juga perlu kecepatan tinggi," tuturnya.

Selain itu, Firlie menyebut tantangan terbesar lainnya adalah literasi. Dia bilang kemajuan teknologi diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Jadi, teknologi bisa menjadikan masyarakat lebih mudah mengakses layanan keuangan, tetapi hal tersebut juga bisa disalahgunakan.

"Kalau masyarakat tidak memiliki literasi yang baik, mereka bisa saja terjebak," ujar Firlie. 

Baca Juga: AFTECH Tekankan Pentingnya Tata Kelola di Tengah Masalah yang Menerpa Fintech Lending

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×