kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Agar arus finansial rumahsakit stabil, BPJS Kesehatan gandeng perbankan


Kamis, 20 September 2018 / 17:12 WIB

Agar arus finansial rumahsakit stabil, BPJS Kesehatan gandeng perbankan
ILUSTRASI. Petugas Melayani Nasabah BPJS Kesehatan


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring berjalannya program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menuju tahun kelima, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPS) Kesehatan terus memperluas jaringan kerjasama dengan perbankan di Indonesia.

Tak hanya terkait kemudahan akses pembayaran iuran peserta JKN-KIS, namun juga dalam hal menjaga likuiditas fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS Kesehatan melalui supply chain financing (SCF).


Program SCF ini merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelanan kesehatan faskes mitra BPJS Kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran.

"Sejumlah perbankan baik nasional maupun swasta siap memberikan manfaat pembiayaan tagihan pelayanan kesehatan melalui SCF. Ini bisa dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan agar arus finansial rumah sakit berjalan baik. BPJS juga sudah menjalin kerjasama dengan perbankan syariah," kata Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Imam Santoso saat ditemui di Jakarta, Kamis (20/9).

Kali ini, pihaknya juga menggandeng PT Bank Syariah Bukopin (BSB) dalam kerjasama SCF. Sebelumnya, selain BSB pihaknya juga sudah menggandeng dua bank syariah lain yakni Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri.

Sementara bank konvensional yang telah digandeng oleh BPJS Kesehatan antara lain Bank Mandiri, BNI, Bank KEB Hana, Bank Permata, Bank Bukopin, Bank Woori Saudara, Bank BJB, CIMB Niaga, serta sejumlah multifinance yaitu TIFA Finance dan MNC Leasing.

"Dengan adanya sinergi bersama perbankan syariah ini, diharapkan manajemen rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang mengimplementasikan cash management dengan prinsip syariah, dapat turut memanfaatkan fasilitas SCF sehingga pelayanan kesehatan peserta JKN-KIS bisa optimal," jelasnya.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Narita Indrastiti

Video Pilihan


Close [X]
×