kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Akseleran catat pertumbuhan pinjaman setinggi 80% di Oktober


Kamis, 05 Desember 2019 / 19:56 WIB
Akseleran catat pertumbuhan pinjaman setinggi 80% di Oktober
ILUSTRASI. galvan.yudistira-Ivan Tambunan CEO Akseleran. Akseleran terus memacu penyaluran pinjaman.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemain peer to peer (P2P) lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia memacu penyaluran pinjaman. Chief Executive Officer & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menyatakan per Oktober 2019, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp600 miliar kepada sekitar 2.000 UKM. 

Baca Juga: AFTECH: Asuransi yang tak garap insurtech bisa alami penurunan pendapatan

"Realisasi penyaluran total pinjaman usaha per Oktober 2019 yang sebesar Rp 809 miliar mengalami pertumbuhan hingga lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama di Oktober 2018, yaitu sekitar Rp 150 miliar," ujar Ivan kepada Kontan.co.id pada Kamis (5/12).

Ia menyebut pinjaman tersebut difokuskan untuk menyalurkan pinjaman usaha produktif kepada UKM yang utamanya berbasis invoice financing dan pra invoice financing.

Saat ini produk pinjaman invoice financing dan pra invoice financing masih memberikan kontribusi terbesar sebanyak 85% dari total pinjaman.

"Secara kumulatif, hingga akhir tahun ini Akseleran menargetkan total pinjaman usaha sebesar Rp 1 triliun," tambah Ivan.

Baca Juga: BCA tegaskan keseriusan berekspansi ke sektor fintech

Akseleran masih optimis bisnis pinjam meminjam lewat platform Akseleran masih akan tumbuh tahun depan. Ia bilang target nilai pembiayaan di 2020 dapat mencapai sebesar Rp 2 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×