kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.211   48,00   0,28%
  • IDX 7.542   -17,77   -0,24%
  • KOMPAS100 1.031   -8,30   -0,80%
  • LQ45 736   -7,70   -1,04%
  • ISSI 273   -0,06   -0,02%
  • IDX30 401   0,75   0,19%
  • IDXHIDIV20 492   5,09   1,05%
  • IDX80 115   -0,96   -0,82%
  • IDXV30 141   2,14   1,54%
  • IDXQ30 129   0,46   0,36%

Akuisisi Schroders Rampung, Manulife Aset Manajemen (MAMI) Siapkan Strategi Baru


Rabu, 22 April 2026 / 19:25 WIB
Akuisisi Schroders Rampung, Manulife Aset Manajemen (MAMI) Siapkan Strategi Baru
ILUSTRASI. Akuisisi Schroders Rampung, Manulife Aset Manajemen (MAMI) Perluas Pasar Ritel dan Institusi (KONTAN/Ivanka Rahmana)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat bisnis di Indonesia usai mengakuisisi Schroders Indonesia. 

President and CEO Global Wealth and Asset Management Manulife, Paul Lorentz menyampaikan, Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam ekspansi di Asia, seiring prospek pertumbuhan jangka panjang yang dinilai masih kuat.

“Indonesia menjadi pasar penting bagi kami. Kami tidak melihat bisnis dalam horizon satu atau dua tahun, tetapi tiga hingga 10 tahun ke depan,” ujar Paul dalam media briefing di Jakarta, Selasa (22/4/2026).

Baca Juga: Perbankan Syariah Gali Pendalaman Pasar Lewat Transaksi Antar Bank

Menurutnya, fokus utama perusahaan setelah akuisisi ialah memastikan proses integrasi berjalan tanpa mengubah proses investasi yang selama ini telah dijalankan.

Paul bilang, MAMI akan memanfaatkan kekuatan masing-masing entitas setelah akuisisi. Menurutnya, Schroders memiliki kekuatan di segmen institusi dan produk reksadana saham, sementara MAMI lebih kuat di ritel dengan produk reksadana pendapatan tetap.

Adapun, MAMI juga tidak berencana mengubah proses investasi yang dimiliki Schroders Indonesia. Namun, Manulife akan menambahkan dukungan berupa kerangka manajemen risiko global, teknologi, hingga infrastruktur operasional.

Selain itu, MAMI juga akan memanfaatkan jaringan distribusi untuk memperluas penawaran produk investasi di pasar Indonesia. Schroders disebut memiliki hubungan yang kuat di pasar institusi, sementara MAMI memiliki fokus lebih besar di pasar ritel.

"Penggabungan kedua entitas akan membuka peluang untuk memperluas penawaran produk investasi kepada nasabah," lanjutnya.

Di sisi lain, Manulife memperkirakan akan ada sebagian dana kelolaan yang keluar setelah proses akuisisi berlangsung, terutama dari sejumlah institusi yang memiliki pertimbangan tertentu terkait pengelolaan dana. Meski demikian, MAMI akan tetap menargetkan pertumbuhan bisnis dari hasil penggabungan kedua entitas tersebut. 

Adapun di tengah kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian global, Manulife menyatakan tetap melihat Indonesia sebagai pasar dengan prospek jangka panjang. Menurutnya, pasar modal Indonesia masih memiliki peluang untuk terus berkembang seiring pendalaman pasar keuangan domestik.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Perbankan Mulai Melaju pada Tiga Bulan Pertama 2026

Sebagai informasi, Manulife Wealth & Asset Management telah resmi menuntaskan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari sisi fundamental, sebelum aksi korporasi ini, MAMI merupakan salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia dengan dana kelolaan mencapai Rp 124,3 triliun per akhir 2025 dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah. 

Adapun Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp 53 triliun per Desember 2025, dengan basis nasabah institusi yang kuat serta jaringan distribusi yang luas. Namun, nilai transaksi dari akuisisi ini belum diungkapkan secara rinci.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×