Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejumlah bank mulai menyiapkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026. Namun menariknya, alokasi uang kartal yang disiapkan sebagian bank tercatat hanya mencatat kenaikan tipis bahkan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Ambil contoh, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mengalokasikan dana tunai sebesar Rp 65,7 triliun pada momen Ramadan dan Lebaran 2026.
Asal tahu saja, pada momen Ramadan dan Lebaran 2025, BCA menyiapkan uang tunai sebesar Rp 70,22 triliun, itu artinya ada penurunan sekitar 6,44% dari uang tunai yang disiapkan di 2025 lalu.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan, Ramadan dan Lebaran pada umumnya menjadi momentum perputaran uang yang signifikan di Indonesia. Hal ini selaras dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, seperti belanja, keperluan sosial, hingga mudik.
Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI: Ruang Penyaluran Kredit Masih Terbuka
"BCA berkomitmen menyediakan layanan perbankan yang berkualitas, termasuk memastikan ketersediaan uang tunai. Kami berkomitmen membantu nasabah dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya selama Ramadan dan Idulfitri, serta berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Hendra dalam siaran pers, Sabtu (28/2/2026).
Kemudian, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 16 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Asal tahu saja, pada tahun 2025 BSI menyediakan uang tunai senilai Rp 42,88 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi nasabah jelang Lebaran. Itu artinya ada penurunan dana tunai yang disiapkan BSI di tahun ini dari tahun sebelumnya.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, dana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi selama Ramadan hingga puncaknya pada periode Lebaran.
Selain layanan penukaran uang di kantor cabang, BSI juga mengantisipasi meningkatnya transaksi tarik tunai melalui jaringan ATM. BSI saat ini memiliki sekitar 6.000 unit ATM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Anton memastikan operasional ATM tetap terjaga selama periode libur panjang Lebaran. BSI menyiagakan tim internal serta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan pengisian uang tunai berjalan lancar.
“Kami jaga stabilitas dan operasionalnya tetap berjalan. Insya Allah ada tim yang terus melakukan monitoring agar layanan tetap optimal selama musim libur,” katanya.
Baca Juga: Prudential Syariah Perkuat Inovasi dan Akses Proteksi Syariah
Adapun PT Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp 44 triliun, pada Ramadan dan Lebaran 2026.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, alokasi tersebut naik 5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 41,9 triliun, seiring dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan suci hingga puncak arus mudik dan Idul Fitri.
"Kesiapan likuiditas ini menjadi bagian dari strategi akselerasi yang bertumbuh guna menjaga momentum konsumsi domestik sekaligus memperkuat perputaran ekonomi kerakyatan di berbagai daerah," kata Adhika.
Adhika menjelaskan, langkah ini dirancang melalui perencanaan likuiditas yang prudent dan berbasis proyeksi transaksi nasional, serta diperkuat optimalisasi infrastruktur distribusi dan teknologi.
Menurutnya, pendekatan berbasis ekosistem tersebut memastikan kecukupan likuiditas, stabilitas layanan, serta menghadirkan keunggulan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika.
Ia menjelaskan, rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp 1 triliun hingga Rp 1,4 triliun per hari, seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 H.
Baca Juga: BSI Hadirkan Pembayaran Virtual Account di Lazada
Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang menunjukkan peningkatan signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Berbeda dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 23,97 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Asal tahu saja, pada momen Lebaran 2025, BNI menyiapkan uang tunai sekitar Rp 21 triliun, itu artinya ada kenaikan sekitar 14,14% untuk uang tunai yang disiapkan di tahun ini.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penyediaan likuiditas tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.
"BNI memastikan kesiapan likuiditas dan jaringan layanan agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode Ramadan dan Idul Fitri," ujar Okki.
Dari total dana yang disiapkan, sebesar Rp 16,64 triliun dialokasikan untuk pengisian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Cash Recycle Machine (CRM). Sementara itu, Rp 7,33 triliun lainnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi di outlet kantor cabang.
BNI memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode tersebut mencapai sekitar Rp 1,71 triliun per hari. Proyeksi ini mempertimbangkan tren peningkatan transaksi masyarakat, termasuk pencairan tunjangan hari raya (THR), belanja kebutuhan Lebaran, hingga persiapan mudik.
Untuk mendukung layanan selama libur Lebaran, BNI juga mengoperasikan kantor cabang secara terbatas pada 20 Maret 2026 sebanyak 23 outlet dan pada 23 Maret 2026 sebanyak 32 outlet.
Di sisi digital, BNI terus mendorong pemanfaatan aplikasi wondr by BNI yang hingga akhir Februari 2026 telah digunakan oleh 12,7 juta nasabah. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan, hingga pemantauan pengeluaran tanpa harus datang ke kantor cabang.
Baca Juga: AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 2,7% di 2025
Sementara itu, BI sendiri tetap menyiapkan uang layak edar (ULE) dalam jumlah besar untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan tunai masyarakat. Bank Indonesia telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun pada Ramadan dan Idul Fitri 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 189,9 triliun.
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.
Adapun Pengamat perbankan, Moch Amin Nurdin, menilai penurunan maupun kenaikan tipis kebutuhan uang tunai di sejumlah bank dipengaruhi oleh akselerasi digitalisasi sistem pembayaran.
Menurutnya, penetrasi layanan mobile banking serta penggunaan QRIS yang semakin luas membuat sebagian transaksi musiman saat Ramadan dan Lebaran kini beralih ke kanal digital.
“Faktor utama tentu akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Penetrasi mobile banking dan QRIS dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat sehingga banyak transaksi yang sebelumnya tunai kini beralih ke kanal digital,” ujarnya.
Baca Juga: SMF: Pendanaan Rumah Subsidi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ia mencontohkan sejumlah transaksi yang biasanya meningkat saat Ramadan dan Lebaran, seperti transfer tunjangan hari raya (THR), pembayaran zakat, hingga pembelian tiket mudik, kini semakin banyak dilakukan melalui layanan digital.
Di sisi lain, masyarakat juga dinilai lebih berhati-hati dalam berbelanja. Kondisi tersebut membuat konsumsi tidak seagresif pada tahun-tahun sebelumnya.
“Tekanan daya beli di segmen menengah masih terasa sehingga konsumsi masyarakat juga cenderung lebih berhati-hati,” jelasnya.
Meski demikian, kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Lebaran tetap meningkat dibandingkan bulan-bulan normal. Hal ini karena sejumlah transaksi masih dilakukan secara tunai, terutama di daerah yang akses digitalnya masih terbatas.
Selain itu, faktor budaya seperti pembagian THR secara fisik juga masih membuat kebutuhan uang tunai tetap ada, khususnya di luar wilayah perkotaan.
Amin menilai fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke non-tunai secara bertahap.
“Penetrasi QRIS dan mobile banking membuat kebutuhan tarik tunai perlahan berkurang, terutama di wilayah urban. Namun di daerah tertentu transaksi tunai masih cukup dominan,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Respons AAJI Soal Adanya Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN
Ia menambahkan, dinamika daya beli masyarakat ke depan tetap perlu dicermati karena kondisi konsumsi dinilai belum sepenuhnya kembali normal.
Data Bank Indonesia menunjukkan, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Januari 2026 tetap tinggi. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65% (yoy) pada Januari 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 10,00% (yoy) dan 23,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47% (yoy).
Sebagai gambaran, selama periode Ramadhan dan Idulfitri (RAFI) 2025 BI mencatat transaksi digital melalui QRIS dengan rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna mencapai 111% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode RAFI 2024 sebesar 76%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Ekonomi Kerakyatan
- Mobile Banking
- THR Lebaran
- Wondr by BNI
- digitalisasi pembayaran
- dana tunai Lebaran 2026
- uang tunai Ramadan 2026
- ketersediaan uang tunai bank
- BCA dana tunai Lebaran
- BSI dana tunai Lebaran
- Bank Mandiri dana tunai Lebaran
- BNI dana tunai Lebaran
- Bank Indonesia uang layak edar
- QRIS transaksi
- kebutuhan uang tunai masyarakat
- proyeksi transaksi Lebaran
- pergeseran perilaku transaksi
- kantor cabang operasional Lebaran













