Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) memproyeksikan industri modal ventura Indonesia akan berada pada fase yang lebih stabil dan matang pada 2026.
Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo Novrizal Pratama mengatakan industri akan fokus pada investasi yang makin terarah ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi.
Adapun sektornya, seperti enterprise dan business-to-business (B2B) solutions, termasuk software as a service (SaaS) dan solusi digital untuk efisiensi operasional perusahaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga: OJK Optimistis Kinerja Industri Modal Ventura Tumbuh Positif Meski Terbatas pada 2026
Sektor lainnya yang difokuskan yakni logistik dan supply chain sebagai tulang punggung perdagangan dan distribusi nasional, healthtech dan agritech yang mendukung ketahanan kesehatan dan pangan, serta climate-related solutions dan teknologi efisiensi energi sejalan dengan agenda keberlanjutan.
Selain itu, manufacturing enablement dan deep tech terapan juga dinilai mampu mendorong produktivitas dan daya saing industri.
“Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang karena didukung oleh kebutuhan pasar yang nyata, skala ekonomi domestik Indonesia, serta relevansi terhadap agenda pembangunan nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026).
Meski prospek industri modal ventura tetap positif pada 2026, Amvesindo menekankan karakter pertumbuhan ke depan akan berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Novrizal menyampaikan pertumbuhan tidak lagi didorong oleh ekspansi agresif atau valuasi semata, tetapi penciptaan nilai yang berkelanjutan.
Novrizal menerangkan bagi masyarakat dan pelaku ekosistem, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, yakni investasi di sektor startup dan teknologi memiliki profil risiko jangka panjang.
Selain itu, keberhasilan investasi juga tidak dapat diukur hanya dari pertumbuhan cepat, tetapi dari kesehatan bisnis dan tata kelola. Oleh karena itu, penting untuk memahami fundamental usaha dan transparansi, bukan sekadar mengikuti tren.
Baca Juga: Ini Beberapa Faktor yang Pengaruhi Minat Modal Ventura Mendanai Fintech
“Pendekatan yang lebih rasional dan berorientasi jangka panjang diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap ekosistem investasi nasional,” kata Novrizal.
Meski terdapat peluang bertumbuh, Novrizal mengatakan ada juga tantangan yang masih akan menyelimuti industri. Dia bilang tantangan tersebut terkait keterbatasan likuiditas global hingga peningkatan ekspektasi terhadap governance.
Oleh karena itu, Novrizal mengatakan Amvesindo terus mendorong modal ventura untuk melakukan penguatan standar praktik investasi yang bertanggung jawab, kolaborasi erat dengan regulator dan pemangku kepentingan, serta peningkatan literasi dan kapasitas pelaku industri.
Terkait kinerja, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,3 triliun per Oktober 2025. Nilai pembiayaan tersebut per Oktober 2025 terkontraksi sebesar 0,12% year on year (YoY).
Selanjutnya: Goldman Sachs Pimpin Merger dan Akuisisi Global 2025, Didukung Transaksi Jumbo
Menarik Dibaca: 4 Tipe Wanita yang Paling Rentan Terkena Kista Ovarium, Cek Sekarang Juga!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













