kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   4.000   0,16%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

Asei Sebut Koreksi Tajam Pasar Saham Jadi Perhatian bagi Industri Asuransi Umum


Jumat, 16 Oktober 2026 / 20:39 WIB
Asei Sebut Koreksi Tajam Pasar Saham Jadi Perhatian bagi Industri Asuransi Umum
ILUSTRASI. Asei Luncurkan Produk Medical Malpractice Insurance dan Motor Vehicle Insurance (Dok/ASEI)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam 11,57% ke level 5.185,10 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Secara year to date, IHSG terkoreksi sebesar 40,73%.

Mengenai hal itu, PT Asuransi Asei Indonesia menilai koreksi tajam di pasar saham tentu menjadi perhatian bagi industri asuransi umum. Hal itu mengingat investasi merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan. 

Dalam kondisi volatilitas pasar saham yang meningkat, Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan perusahaan perlu mengevaluasi kembali eksposur terhadap saham.

"Khususnya, dari sisi besaran penempatan, kualitas emiten, likuiditas, serta dampaknya terhadap laba dan kesehatan keuangan," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/10/2026).

Namun, Dody menilai respons yang tepat bukan mengurangi investasi saham secara serentak, melainkan melakukan evaluasi portofolio secara selektif berdasarkan profil risiko dan kemampuan masing-masing perusahaan dalam menanggung volatilitas.

Baca Juga: Asuransi Asei Perkuat Bisnis Ritel lewat Digitalisasi dan Diversifikasi

Dody menyebut prinsip utama pengelolaan investasi adalah menjaga keamanan aset, likuiditas, dan kesinambungan kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya kepada tertanggung. Oleh karena itu, dia bilang penempatan investasi harus mempertimbangkan kebutuhan pembayaran klaim, proyeksi arus kas, kecukupan modal, serta karakteristik kewajiban perusahaan.

Dalam kondisi pasar seperti saat ini, Dody menerangkan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yakni mengevaluasi konsentrasi investasi pada saham atau sektor tertentu, serta mengukur potensi kerugian apabila koreksi berlanjut. 

"Selain itu, memastikan keputusan investasi didasarkan pada analisis fundamental, bukan sekadar mengikuti sentimen pasar," ujarnya.

Dody juga memandang penting untuk menghindari keputusan yang terlalu reaktif. Dia menyebut menjual seluruh saham ketika pasar sedang terkoreksi tajam dapat merealisasikan kerugian, sedangkan mempertahankan seluruh posisi tanpa evaluasi juga berisiko. Oleh karena itu, keputusan harus didasarkan pada kualitas aset, horizon investasi, kebutuhan likuiditas, dan batas risiko yang telah ditetapkan perusahaan.

Baca Juga: Asuransi Asei Sebut Penurunan IKK Bisa Ubah Pola Belanja Asuransi Ritel

Untuk Asuransi Asei, Dody bilang perusahaan menempatkan investasi sebagai instrumen untuk mendukung ketahanan keuangan perusahaan, bukan sebagai sumber keuntungan yang berdiri sendiri. Dia menyampaikan fokus perusahaan adalah menjaga kualitas aset, mempertahankan likuiditas yang memadai, dan mengoptimalkan hasil investasi dengan risiko yang terukur.

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penempatan asuransi umum konvensional di instrumen saham sebesar Rp 5,25 triliun per Agustus 2026. Adapun nilainya meningkat 9,37%, dibandingkan posisi per Agustus 2025 yang sebesar Rp 4,80 triliun. 

Baca Juga: Aset Negara Baru 20% Diasuransikan, Asei Minta Pemerintah Petakan Risiko

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×