kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Asei Ungkap Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor


Selasa, 09 Juni 2026 / 18:07 WIB
Asei Ungkap Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor
ILUSTRASI. Asuransi ASEI (Dok/ASEI)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Asei Indonesia menilai pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan biaya klaim asuransi kendaraan bermotor melalui kenaikan harga suku cadang impor dan biaya perbaikan kendaraan.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe mengatakan, pelemahan rupiah memberikan tekanan terhadap biaya perbaikan kendaraan karena sebagian besar suku cadang masih bergantung pada impor atau menggunakan komponen yang dipengaruhi harga bahan baku global. Sementara itu, kenaikan harga minyak turut berdampak pada biaya logistik dan operasional bengkel.

“Dari sisi industri, dampak tersebut akan terlihat pada meningkatnya biaya rata-rata per klaim (claim severity), terutama untuk kendaraan dengan kandungan komponen impor yang tinggi,” ujar Dody kepada Kontan, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: OJK Godok Aturan Tokenisasi RWA, Pelaku Industri Soroti Risiko Validasi Aset

Namun, Dody menegaskan peningkatan biaya klaim belum tentu diikuti kenaikan frekuensi klaim. Menurutnya, dampak terhadap Asuransi Asei masih relatif terbatas karena asuransi kendaraan bermotor bukan merupakan lini bisnis yang dominan dalam portofolio perusahaan.

Selain itu, penyesuaian harga suku cadang umumnya berlangsung secara bertahap dan tidak seluruh klaim kendaraan melibatkan penggantian komponen impor. Oleh karena itu, Asei terus memantau perkembangan biaya perbaikan kendaraan dan tren klaim untuk memastikan kecukupan premi serta cadangan teknis.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Asei berupaya menjaga profitabilitas portofolio melalui pengelolaan risiko yang lebih selektif. Langkah yang ditempuh antara lain memperkuat disiplin underwriting, meninjau kecukupan tarif secara berkala, mengoptimalkan jaringan bengkel rekanan, meningkatkan pengendalian klaim, serta memperkuat program reasuransi.

“Tekanan nilai tukar dan harga minyak berpotensi memengaruhi kinerja industri asuransi hingga akhir tahun, meskipun besarnya dampak akan berbeda pada setiap perusahaan tergantung komposisi portofolio bisnisnya,” lanjutnya

Namun, ia melihat masih terdapat faktor penyeimbang, salah satunya peluang peningkatan hasil investasi seiring tingkat suku bunga yang relatif tinggi. Selain itu, selama pelemahan rupiah masih berada dalam rentang yang terkendali dan tidak disertai lonjakan frekuensi klaim, dampaknya terhadap profitabilitas perusahaan dinilai masih dapat dikelola.

Dody bilang, tantangan industri asuransi hingga akhir tahun tidak hanya berasal dari potensi kenaikan biaya klaim, tetapi juga kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi, kecukupan tarif, dan profitabilitas underwriting di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Rasio TWP90 Pindar Samir Terjaga di Level 2%, Ini Strateginya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×