kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.005   -15,00   -0,08%
  • IDX 5.940   23,56   0,40%
  • KOMPAS100 774   3,42   0,44%
  • LQ45 588   3,82   0,65%
  • ISSI 205   0,00   0,00%
  • IDX30 333   1,59   0,48%
  • IDXHIDIV20 410   1,95   0,48%
  • IDX80 88   0,41   0,47%
  • IDXV30 111   0,57   0,52%
  • IDXQ30 107   0,60   0,56%

Aset naik pada semester I-2021, Bank Banten optimistis segera cetak laba


Selasa, 14 September 2021 / 14:13 WIB
ILUSTRASI. Agus Syabarrudin, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten.


Reporter: Amanda Christabel | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Banten terus berupaya menyehatkan kinerja perseroan. Hingga semester I-2021, Bank Banten mencatatkan kenaikan aset sebesar 28,11%.

Manajemen baru yang terpilih per Maret 2021 juga tengah mendorong akselerasi bisnis perseroan agar dapat memacu kinerja bisnis bank.

“Berbagai langkah kami lakukan untuk menjadikan target laba bisa segera tercapai," tutur Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (14/9).

Menurut Agus, beberapa langkah untk mengejar target laba itu antara lain melakukan buyback kredit pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Provinsi Banten sebesar Rp 557 miliar dari BJB, menghadirkan produk-produk yang memungkinkan naiknya dana pihak ketiga (DPK), melakukan digitalisasi, serta mendorong nasabah untuk meningkatkan produktivitasnya. 

Baca Juga: Penyaluran kredit BPD ikut terdampak PPKM

Agus bilang pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk memastikan agar Bank Banten ke depan mencapai targetnya. Dengan captive market 70.000 PNS di Banten, Agus bilang Bank Banten masih memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang.

“Kami tengah berupaya untuk all out menggarap nasabah utama, sembari membuka opsi-opsi turunan produk dan layanan yang terintegrasi dengan e-commerce. Saya optimis, BEKS bisa segera laba,” jelas Agus. 

Selanjutnya: Bank kecil masih jadi primadona di mata investor asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×