kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.905   35,00   0,20%
  • IDX 5.739   -82,15   -1,41%
  • KOMPAS100 740   -11,90   -1,58%
  • LQ45 564   -8,97   -1,57%
  • ISSI 199   -2,47   -1,23%
  • IDX30 321   -4,67   -1,44%
  • IDXHIDIV20 395   -5,99   -1,49%
  • IDX80 84   -1,38   -1,61%
  • IDXV30 107   -1,26   -1,16%
  • IDXQ30 103   -1,66   -1,58%

Astra Mitra Ventura siap danai startup


Rabu, 27 April 2016 / 17:34 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pelaku usaha modal ventura mengklaim siap mendukung pendanaan untuk pengusaha startup. Terlebih potensi bisnis dari perusahaan perintis itu terbilang potensial.

Presiden Direktur PT Astra Mitra Ventura (AMV) Jefri sirait menyebut, salah satu modal penting untuk menggandeng startup sebagai Pasangan Usaha (PU) adalah dengan memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Pasalnya, modal ventura harus paham soal bisnis yang dijalankan sang PU.

Sementara masifnya gerakan startup tentu sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan. "Potensinya besar sehingga pasti menarik," kata dia, Selasa (26/4).

Terlebih AMV sudah berpengalaman ikut mengembangkan bisnis PU yang dimiliki. Sehingga terbilang lebih mudah untuk bisa bekerja sama dengan pebisnis startup. Menurut Jefri, Astra Ventura selama ini fokus ke beberapa mitra tertentu. Khususnya di beberapa sektor yang berhubungan dengan operasional grup Astra. Misalnya saja penyuplai dari sektor manufaktur dan perkebunan.

Saat ini, jumlah PU yang dimiliki Astra Ventura mencapai 360 perusahaan. Nantinya, perusahaan rintisan dari sektor-sektor di atas masih akan jadi fokus perseroan dalam bekerja sama.

Sementara Direktur PT Venture Giant Asia Rimawan Yasin juga menyebut siap masuk lebih dalam ke mitra startup. Pasalnya, aturan dari regulator pun memungkinkan pelaku modal ventura mencari sumber pendanaan yang sesuai untuk penyertaan di startup. Contohnya melalui pembentukan dana ventura.

Selain itu, untuk bisa mendorong perusahaan modal ventura makin banyak berinvestasi di perusahaan perintis, sejumlah dukungan masih harus didapat misalnya saja lewat insentif perpajakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×