kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Asuransi Digital (YOII) Siapkan Strategi Hadapi Penurunan Pasar Otomotif


Selasa, 18 Februari 2025 / 16:50 WIB
Asuransi Digital (YOII) Siapkan Strategi Hadapi Penurunan Pasar Otomotif
ILUSTRASI. Direksi PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) usai pencatatan perdana saham?di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (8/1/2025).


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) menyampaikan telah menerapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi penurunan penjualan kendaraan bermotor.

Corporate Secretary Asuransi Digital Bersama (YOII) M. Rahmat Dwiyanto mengatakan, salah satu langkah yang perusahaan lakukan adalah memanfaatkan inovasi teknologi dalam distribusi produk.

"Selain itu, melakukan peningkatan efisiensi dalam proses klaim dan underwriting, dan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra untuk memperkuat jaringan pemasaran," kata Rahmat kepada Kontan, Selasa (18/2).

Baca Juga: Kebiasaan Berubah, Penjualan Premi Lewat Bancassurance Sepi

Peningkatan efisiensi melalui platform digital untuk pemasaran, underwriting, dan klaim ini dilakukan guna mengurangi biaya operasional. Dengan efisiensi yang dilakukan, perusahaan berharap dapat meningkatkan daya saing produk dengan memberikan manfaat lebih.

Asuransi Digital Bersama menargetkan pendapatan premi asuransi ekndaraan bisa mencapai Rp 40 miliar hingga Rp 45 miliar di sepanjang tahun 2025 ini.

Adapun untuk saat ini, Rahmat menyatakan pihaknya sudah mendapatkan mitra-mitra yang diharapkan dapat berkontribusi sebanyak 10% dari target yang sudah ditetapkan tersebut. 

Baca Juga: Strategi yang Dilakukan Fintech P2P Lending untuk Penuhi Ekuitas Rp 12,5 Miliar

"Secara umum, penurunan anggaran pemerintah dapat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat yang secara tidak langsung menyebabkan penurunan industri otomotif, oleh karena itu perusahaan sudah menyusun strategi pemasaran tersebut," tuturnya.

Asal tahu saja, di awal tahun ini kinerja sektor otomotif masih lesu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales (pabrik ke diler) mobil nasional awal tahun ini tercatat turun 11,3% yaitu dari 69.843 unit pada Januari 2024 menjadi 21.843 unit pada Januari 2025. Bukan hanya secara tahunan, penjualan wholesales mobil nasional pada Januari 2025 juga lebih rendah 22,5% dibandingkan bulan Desember 2024 yaitu sebanyak 79.806 unit.

Sementara itu, penjualan retail (diler ke konsumen) mobil nasional menyusut 18,6% dari 78.437 unit pada Januari 2024 menjadi 63.858 unit pada Januari 2025. Hasil penjualan retail mobil nasional pada Januari 2025 juga lebih rendah 22,2% dibandingkan Desember 2024 yaitu 82.094 unit.

Baca Juga: Premi Bancassurance Stagnan dalam 5 Tahun, AAJI Soroti Sejumlah Tantangan Regulasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×