Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menilai kinerja unitlink berbasis pasar uang diperkirakan lebih stabil hingga akhir tahun ini. Chief Marketing, Product, and Transformation AXA Mandiri Theodores Tangke menerangkan hal itu karena produk pasar uang biasanya menjadi pilihan bagi nasabah yang mengutamakan likuiditas.
"Selain itu menjadi pilihan nasabah yang mempertimbangkan tingkat risiko yang lebih rendah," ungkapnya kepada Kontan, Sabtu (10/10/2026).
Theo juga memproyeksikan unitlink berbasis pendapatan tetap berpotensi mencatatkan kinerja yang relatif positif hingga akhir tahun ini. Dia bilang hal itu seiring kondisi suku bunga acuan yang cenderung stabil setelah mengalami kenaikan. Asal tahu saja, kini suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate berada di level 5,75%.
Baca Juga: AXA Mandiri: Kinerja Unitlink Pendapatan Tetap dan Pasar Uang Bisa Lebih Konsisten
Untuk unitlink berbasis saham, Theo bilang potensi return tetap menarik dalam jangka panjang, apalagi didukung dengan valuasi yang murah. Selain itu, dia memperkirakan untilink berbasis campuran berpotensi menjadi alternatif yang menarik.
"Sebab, memiliki fleksibilitas dalam mengalokasikan investasi pada saham, obligasi, dan instrumen pasar uang," tuturnya.
Secara umum, AXA Mandiri menilai prospek setiap jenis unitlink akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi pasar dan ekonomi.
"Oleh karena itu, kami melihat setiap kelas aset memiliki peluang yang berbeda sesuai dengan karakteristik risikonya," ujar Theo.
Sebagai informasi, pendapatan premi AXA Mandiri dari produk unitlink sebesar Rp 2,3 triliun hingga Juni 2026. Nilainya bertumbuh sebesar 16%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2 triliun.
Baca Juga: AXA Mandiri Ungkap Faktor yang Memengaruhi Kinerja Unitlink hingga Akhir 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














