Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menilai prospek bisnis asuransi jiwa kredit tetap menjanjikan hingga akhir 2026. Direktur AXA Mandiri, Uke Giri Utama menerangkan hal itu dipicu sejumlah faktor, salah satunya didukung potensi pertumbuhan pembiayaan di sektor perbankan.
"Selain itu, kami juga melihat meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan finansial," katanya kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).
Ke depannya Uke mengatakan, asuransi jiwa kredit tidak hanya menjadi instrumen mitigasi risiko bagi perbankan, tetapi juga berperan sebagai jaring pengaman finansial. Terlebih, dalam membantu keluarga mempertahankan stabilitas ekonomi ketika menghadapi situasi yang tidak diharapkan.
Uke menambahkan, ketika terjadi risiko meninggal dunia pada debitur, manfaat asuransi dapat membantu melunasi sisa kewajiban kredit.
"Dengan demikian, keluarga tidak terbebani oleh utang yang ditinggalkan. Pada saat yang sama, perlindungan itu juga membantu menjaga kualitas pembiayaan bagi lembaga keuangan," ujarnya.
Baca Juga: AXA Mandiri Melihat Peluang Pertumbuhan Asuransi Jiwa Kredit Masih Terbuka
Uke menyampaikan AXA Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan Bank Mandiri dan mitra bisnis lainnya untuk menghadirkan solusi perlindungan yang relevan, didukung proses yang semakin sederhana melalui digitalisasi serta pengelolaan risiko yang disiplin.
Terkait kinerja, Uke mengatakan pendapatan premi asuransi jiwa kredit AXA Mandiri bertumbuh 150% secara Year on Year (YoY) pada Semester I-2026. Sayangnya, tak disebutkan AXA Mandiri mengenai nilai yang dibukukan.
Uke hanya menerangkan pertumbuhan itu terjadi pada semua segmen kredit di Bank Mandiri, serta ditopang dengan sinergi dengan perusahaan anak lainnya, seperti dengan Mandiri Tunas Finance, Mandiri Utama Finance, dan Bank Mandiri Taspen.
Baca Juga: AXA Mandiri Beberkan Tantangan yang Bisa Berefek pada Pertumbuhan Aset Tahun Ini
Dia bilang kinerja tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kredit masih terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran bahwa kepemilikan rumah dan berbagai fasilitas pembiayaan perlu diimbangi dengan perlindungan yang memadai untuk menjaga kondisi finansial keluarga dari risiko yang tidak terduga.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, AXA Mandiri mencatatkan total pendapatan premi Rp 5,09 triliun pada Semester I-2026. Adapun klaim yang dibayarkan mencapai Rp 730,94 miliar pada Semester I-2026.
Baca Juga: AXA Mandiri Beberkan Strategi untuk Bidik Peluang Asuransi Kelas Menengah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
