kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.957   16,00   0,09%
  • IDX 5.900   -36,35   -0,61%
  • KOMPAS100 760   -5,19   -0,68%
  • LQ45 586   -4,67   -0,79%
  • ISSI 205   -1,32   -0,64%
  • IDX30 326   -3,21   -0,97%
  • IDXHIDIV20 420   -2,86   -0,68%
  • IDX80 87   -0,57   -0,65%
  • IDXV30 115   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 107   -1,00   -0,92%

Bank Agresif Garap Bisnis Emas Digital, BSI, Mandiri, dan BRI Catat Pertumbuhan


Selasa, 13 Oktober 2026 / 09:40 WIB
Bank Agresif Garap Bisnis Emas Digital, BSI, Mandiri, dan BRI Catat Pertumbuhan
ILUSTRASI. BSI, Bank Mandiri, dan BRI memperluas layanan emas digital. Penjualan emas BRI mencapai Rp 5,13 triliun hingga Agustus 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan investasi emas melalui aplikasi perbankan semakin diminati masyarakat seiring kemudahan transaksi dan tingginya minat terhadap logam mulia.

Sejumlah bank, seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), pun terus mengembangkan layanan emas digital untuk memperluas basis nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, bisnis emas perbankan masih memiliki prospek pertumbuhan positif pada tahun ini. Kondisi tersebut didukung harga emas yang cenderung bertahan tinggi serta meningkatnya minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

“Bisnis emas prospeknya sedang bagus karena harga cenderung tetap tinggi dibanding tiga tahun lalu. Emas makin populer di kelas menengah dan Gen Z sebagai aset investasi yang menjanjikan secara jangka panjang,” ujar Bhima kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Batas Pinjaman di 3 Fintech Lending Tak Berlaku, OJK: Mitigasi Risiko Harus Diperkuat

Menurut Bhima, investasi emas juga menjadi alternatif bagi masyarakat di tengah penurunan kinerja pasar saham. Di sisi lain, kehadiran layanan emas digital di aplikasi perbankan memberikan kemudahan bagi nasabah untuk berinvestasi tanpa harus mendatangi toko emas atau gerai fisik.

Peluang tersebut mendorong perbankan memperluas layanan emas, mulai dari tabungan emas, pembelian emas secara cicilan, hingga pemanfaatan emas sebagai agunan pinjaman.

BSI Catat Emas Kelolaan 24,01 Ton

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mengoptimalkan bisnis emas sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru. Sebagai bank emas atau bullion bank, BSI mencatatkan total emas kelolaan mencapai 24,01 ton per Juni 2026. Jumlah nasabah bullion BSI juga meningkat 700% secara tahunan atau year on year (YoY).

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, perseroan akan terus mengembangkan potensi ekonomi emas melalui layanan yang terintegrasi dengan aplikasi perbankan digital.

"Apalagi saat ini mbanking BYOND makin diminati anak-anak muda dengan hadirnya fitur BYOND LYFE yang memfasilitasi kebutuhan transaksi lifestyle mulai dari travelling, hingga fitur Bank Emas," ujar Wisnu kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).

Salah satu layanan yang tersedia di BYOND adalah Gadai dari Cicil Emas. Melalui fasilitas tersebut, nasabah dapat memanfaatkan emas yang dibeli melalui skema cicilan dan hampir lunas untuk memperoleh dana tambahan tanpa harus menjual emasnya.

Pengembangan layanan ini menjadi salah satu upaya BSI untuk memperluas pemanfaatan emas, tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai aset yang dapat mendukung kebutuhan likuiditas nasabah.

Bank Mandiri Perluas Fitur Emas di Livin'

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga memperkuat bisnis emas digital melalui aplikasi Livin' by Mandiri. Bank Mandiri menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh lisensi usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga: OJK Dorong Fintech Lending Perkuat Pencatatan dan Analisis Penggunaan Dana oleh UMKM

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan, jumlah pengguna terdaftar Livin' by Mandiri mencapai 42,1 juta hingga Agustus 2026.

“Transformasi layanan Bulion ini merupakan lompatan inovasi nyata dari Livin’ by Mandiri. Kami tidak sekadar berinovasi pada kelancaran transaksi, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka,” ujar Saptari dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).

Melalui fitur Tabungan Emas di Livin' by Mandiri, nasabah dapat membeli emas dengan setoran awal mulai 0,02 gram atau sekitar Rp 50.000. Adapun pembelian berikutnya dapat dilakukan mulai 0,005 gram atau sekitar Rp 10.000.

Bank Mandiri juga menyediakan layanan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Emas yang memungkinkan nasabah membeli emas melalui skema cicilan dengan harga yang dikunci saat pengajuan.

Ke depan, Bank Mandiri tengah menyiapkan sejumlah pengembangan layanan, antara lain Multiguna Emas untuk pinjaman dengan agunan emas, fitur autodebet emas untuk investasi berkala, serta transfer emas antar pengguna Livin'.

Pengembangan tersebut diharapkan memperluas pilihan transaksi sekaligus memudahkan nasabah mengintegrasikan investasi emas ke dalam aktivitas keuangan sehari-hari.

Transaksi Emas BRI di BRImo Tumbuh Pesat

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan pertumbuhan transaksi emas digital melalui aplikasi BRImo. Hingga Agustus 2026, volume penjualan produk emas BRI mencapai Rp 5,13 triliun, tumbuh 217,42% YoY.

Pada periode yang sama, frekuensi transaksi emas meningkat 658,97% secara tahunan menjadi 9,01 juta transaksi.

Baca Juga: Aset Bank Syariah Nasional ​Tumbuh 21,2% Jadi Rp 82,8 Triliun hingga September 2026

Pertumbuhan tersebut terjadi setelah BRI meluncurkan fitur Open Bundling Emas di BRImo. Melalui fitur ini, nasabah dapat langsung membuka rekening emas ketika melakukan transfer uang.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, kemudahan akses menjadi bagian dari strategi perseroan untuk menjadikan investasi emas semakin relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup nasabah.

“Melalui Open Bundling Emas, kami menghadirkan akses investasi langsung dalam alur transaksi di super app BRImo, sehingga proses pembukaan Rekening Emas dapat berlangsung secara lebih praktis dan terintegrasi,” ujar Saladin dalam keterangan resminya, Minggu (4/10/2026).

Dengan dukungan PT Pegadaian, BRImo menyediakan tiga layanan utama emas, yakni Tabungan Emas dengan pembelian mulai Rp 10.000 atau 0,1 gram, Cicil Emas dengan minimum pembelian 0,5 gram, serta Transfer Emas antar rekening mulai 0,01 gram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×