Reporter: Aura Putri | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layanan digital perbankan untuk nasabah bisnis terus berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan platform digital untuk mendukung transaksi dan aktivitas operasional perusahaan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatat, hingga semester I-2026, jumlah pengguna aktif Qlola by BRI telah mencapai lebih dari 99.000 pengguna. Jumlah tersebut tumbuh 42,6% secara tahunan (year on year/YoY).
Pertumbuhan juga tercermin dari volume transaksi. Sepanjang semester I-2026, volume transaksi melalui Qlola by BRI mencapai Rp 8.799 triliun, melonjak 51% YoY.
Baca Juga: BRI Telah Jangkau 5.703 Desa BRILiaN hingga Juni 2026
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan, pertumbuhan penggunaan Qlola turut berkontribusi terhadap penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) serta pendapatan berbasis komisi (fee based income) perseroan.
“Kami ingin memastikan Qlola by BRI mampu menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis, sekaligus membantu mereka mengelola transaksi dan operasional bisnis secara lebih sederhana, cepat, serta efisien,” ujar Riko dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Pada Agustus 2026, BRI juga memperkenalkan tampilan terbaru Qlola melalui soft launch Qlola New Skin.
Pembaruan tersebut mengusung tiga pilar utama, yakni personalization, connectivity, dan seamless user experience.
Qlola menyediakan sejumlah kapabilitas untuk mendukung kebutuhan bisnis, mulai dari centralized financial visibility, integrated payment management, smart payroll management, seamless payment collections, strategic liquidity management, hingga unified platform for distribution.
Baca Juga: Kredit Kendaraan Bermotor Masih Tertekan, Bank Mulai Andalkan Strategi Cross-Selling
Transaksi Kopra Bank Mandiri Tumbuh
Tak hanya BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga terus memperkuat layanan digital untuk mendukung transaksi dan operasional nasabah bisnis melalui Kopra by Mandiri.
Hingga Juni 2026, Kopra by Mandiri telah melayani sekitar 354.000 pengguna terdaftar. Jumlah tersebut tumbuh 26,8% YoY. Dari total pengguna tersebut, sekitar 84% merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Piutang Pembiayaan Syariah Industri Multifinance Tumbuh 9,14% pada Semester I-2026
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, penguatan kapabilitas digital turut mendorong produktivitas operasional perseroan sekaligus memperluas pemanfaatan layanan digital oleh nasabah individu maupun pelaku usaha.
“Seluruh kapabilitas digital Bank Mandiri merupakan sarana untuk menjangkau nasabah secara efektif dan efisien, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar, guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif,” ujar Novita.
Dari sisi transaksi, frekuensi transaksi Kopra pada Juni 2026 mencapai 1,577 juta transaksi, meningkat 12,8% YoY.
Sementara itu, nilai transaksi Kopra mencapai Rp 28.781 triliun, tumbuh 22,5% YoY.
Pertumbuhan transaksi tersebut turut mendorong pendapatan berbasis komisi (fee income) Kopra. Pada semester I-2026, fee income Kopra tercatat Rp 1,259 triliun, meningkat 14,8% dibandingkan Rp 1,096 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pefindo Sebut Masih Ada Multifinance yang Terbitkan Surat Utang pada Semester II-2026
Bank Mandiri juga terus memperkuat kapabilitas Kopra melalui berbagai inovasi. Beberapa di antaranya adalah fitur DHE Tracker, e-Documents Trade & Bank Garansi, serta solusi digital terintegrasi lainnya untuk mendukung aktivitas bisnis nasabah.
CIMB Niaga Bidik Pemilik Usaha
Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mengembangkan layanan digital dan perbankan yang mengintegrasikan kebutuhan bisnis dengan kebutuhan personal pemilik usaha melalui CIMB Preferred BOSS (Business Owner Smart Solutions).
Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, melalui BOSS, perseroan menyediakan satu Client Relationship Manager yang menangani kebutuhan bisnis sekaligus personal nasabah.
Baca Juga: CNAF Sebut BI Rate Ditahan 5,75% Bukan Jadi Pertimbangan Utama Menerbitkan Obligasi
Layanan tersebut juga menawarkan berbagai manfaat, antara lain pinjaman bisnis dengan bunga khusus, perlindungan asuransi, serta fasilitas bebas biaya transaksi untuk kebutuhan bisnis maupun personal.
“CIMB Preferred BOSS memberikan berbagai manfaat yang relevan bagi para business owner untuk mendukung kebutuhan bisnis maupun personal mereka,” kata Noviady di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
CIMB Niaga juga menawarkan fasilitas pinjaman bisnis dengan bunga khusus, perlindungan asuransi dengan cashback premi hingga 30%, serta fasilitas cicilan dengan bunga 0% hingga 12 bulan.
Pengembangan layanan tersebut melengkapi kanal digital CIMB Niaga bagi nasabah bisnis melalui OCTOBIZ.
Sejak soft launching pada Februari 2026, OCTOBIZ telah digunakan oleh lebih dari 20.000 perusahaan.
Platform tersebut menyediakan berbagai kebutuhan transaksi bisnis, mulai dari bulk payment, pembayaran pajak, transaksi valuta asing secara online, hingga pengaturan jadwal pembayaran.
Baca Juga: Waspada Scam Makin Marak, BNC Bagikan 5 Cara Lindungi Diri
Dengan semakin tingginya aktivitas transaksi digital, perbankan terus memperluas ekosistem layanan bagi nasabah bisnis, tidak hanya untuk kebutuhan pembayaran, tetapi juga pengelolaan keuangan dan operasional perusahaan secara terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














