Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) kembali melanjutkan aksi pendanaan melalui pasar modal. Perseroan menerbitkan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dengan nilai dana modal investasi sebesar Rp 500 miliar.
Penawaran ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Wakalah I dengan target penghimpunan dana hingga Rp 2 triliun. Dalam penerbitan tahap II ini, seluruh nilai sukuk dijamin dengan skema kesanggupan penuh (full commitment).
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3/2026), seluruh dana hasil penawaran umum sukuk ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan guna mendukung kinerja perseroan.
Baca Juga: Aset Bank Aladin Syariah Tembus Rp 14,2 Triliun
Masa penawaran umum bakal dimulai pada 10 Maret 2026. Kemudian, pencatatan obligasi di BEI dilaksanakan pada 16 Maret 2026.
Sukuk ditawarkan senilai 100% dana modal investasi, dengan imbal hasil sebesar Rp 36,25 miliar atau ekuivalen 7,25% per tahun. Jangka waktu sukuk adalah 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Pembayaran imbal hasil Sukuk Wakalah pertama kali dilakukan pada 13 Juni 2026, dan terakhir pada 23 Maret 2027.
Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT KB Valbury Sekuritas dengan porsi penjaminan 100% atau sebesar Rp 500 miliar. Sementara itu, PT Bank KB Indonesia Tbk ditunjuk sebagai wali amanat dalam penerbitan sukuk ini.
Dalam rangka penerbitan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I, perseroan telah memperoleh peringkat dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI) sebesar irA-(sy) atau Single A Minus Syariah. Peringkat tersebut mencerminkan kualitas aset yang dinilai sehat, permodalan yang kuat, serta peningkatan profitabilitas yang ditunjukkan perseroan sepanjang 2025.
Baca Juga: Strategi Bank Aladin Syariah Hadapi Imbauan OJK Hapus KBMI 1
Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2025, Bank Aladin mencatat pertumbuhan total aset sebesar 49,05% secara tahunan. Pendapatan juga melonjak 108,23% dibanding periode sebelumnya.
Laba bersih periode berjalan tumbuh signifikan 262,22%. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 52,45% per September 2025.
Adapun rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (FDR) berada di level 59,73%, sementara rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross tercatat 0,21%.
Sukuk Wakalah ini tidak dijamin dengan jaminan khusus berupa aset tertentu dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah dan Alfamart Perkuat Kolaborasi Strategis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













