kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Bank Aladin Syariah Perkuat Likuiditas Lewat SIPA


Minggu, 18 Oktober 2026 / 15:14 WIB
Bank Aladin Syariah Perkuat Likuiditas Lewat SIPA
ILUSTRASI. Bank Aladin Syariah meneken perjanjian transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SIPA) dengan Bank Syariah Indonesia, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah di Ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk memperkuat strategi pengelolaan likuiditas untuk menjaga kecukupan dana dan mendukung kelancaran operasionalnya.

Pengelolaan likuiditas menjadi salah satu aspek penting bagi perbankan untuk memastikan ketersediaan dana dalam memenuhi kewajiban jangka pendek sekaligus mendukung penyaluran pembiayaan.

Untuk memperkuat pengelolaan likuiditas, Bank Aladin Syariah meneken perjanjian transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SIPA) dengan Bank Syariah Indonesia, OCBC Syariah, dan Maybank Syariah.

Kerja sama tersebut diumumkan dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Skema SIPA ini menjadi instrumen penting untuk memperkuat pengelolaan likuiditas dan mengembangkan aktivitas treasury.

Sesuai kesepakatan, transaksi SIPA Bank Aladin Syariah dengan BSI akan menggunakan dolar Amerika Serikat (USD), sedangkan transaksi dengan OCBC Syariah dan Maybank Syariah akan menggunakan rupiah (IDR).

Baca Juga: Bank Aladin Syariah Optimalkan Layanan Pembayaran Pensiun

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi mengatakan, kerja sama tersebut memperluas jaringan mitra transaksi perseroan. Pengelolaan likuiditas tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip syariah, manajemen risiko, dan prinsip kehati-hatian.

“Pertumbuhan perlu diiringi dengan pengelolaan likuiditas dan risiko yang prudent. Melalui kerja sama SIPA ini, kami memperluas pilihan dalam mengelola likuiditas sekaligus memperkuat sinergi dengan bank syariah lainnya,” ujar Koko dalam keterangannya, Sabtu (18/10/2026).

Menurut dia, penguatan pengelolaan likuiditas menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan bisnis perbankan, terutama bagi bank yang terus mengembangkan layanan digital. Dengan pengelolaan yang terukur, perseroan berharap dapat menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas layanan kepada nasabah.

SIPA merupakan instrumen transaksi antarbank berdasarkan prinsip syariah yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pengelolaan likuiditas.

Melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), OCBC Syariah, dan Maybank Syariah, Bank Aladin Syariah memperluas jaringan mitra transaksi. Kerja sama ini juga membuka alternatif pengelolaan likuiditas dalam dua mata uang, yakni rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Bank Aladin Perluas Akses Transaksi Digital lewat Jaringan PRIMA

Transaksi dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak, meliputi nilai, mata uang, jangka waktu, serta imbal hasil atau ujrah sesuai struktur akad dan ketentuan yang berlaku. Kerja sama tersebut melanjutkan langkah Bank Aladin Syariah yang sebelumnya menjalin kemitraan SIPA dengan Bank Syariah Nasional (BSN) dan BCA Syariah pada April 2026.

Koko mengatakan, perseroan akan terus mengembangkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas untuk mendukung kebutuhan bisnis. Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya berfokus pada peningkatan skala usaha, tetapi juga ketahanan bisnis dan kualitas layanan.

Kolaborasi antarbank melalui instrumen pasar uang syariah diharapkan dapat memperluas aktivitas transaksi sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur pasar keuangan syariah di Indonesia.

Hingga kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih Rp 38,3 miliar dengan total aset Rp 15,1 triliun. Perseroan juga memiliki lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat fondasi bisnis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×