kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bank berpotensi kelola call spread US$ 4,6 miliar


Kamis, 28 Juli 2016 / 17:35 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) akan segera menerbitkan aturan transaksi lindung nilai (hedging) bertajuk call spread. Aturan call spread akan meluncur pada akhir Agustus 2016. Call spread menjadi produk alternatif untuk melakukan lindung nilai di dalam negeri.

Direktur Pengembangan Pendalaman Pasar Keuanganan BI Nanang Hendarsah mengatakan, kebijakan call spread akan menjadi peluang bank BUKU 4 dan BUKU 3 untuk meningkatkan layanan transaksi lindung nilai.

Pasalnya, perusahaan yang memiliki utang luar negeri dalam valuta asing (valas) wajib melakukan hedging di bank domestik mulai tahun 2017. “Ada potensi karena perusahaan (korporasi) wajib melakukan hedging di bank dalam negeri,” kata Nanang, Kamis (28/7).

Nah, khusus untuk kontrak hedging bertajuk call spread ada potensi sekitar US$ 4,6 miliar. Kontrak hedging tersebut berasal dari perpindahan kontral call spread oleh sembilan perusahaan di Indonesia yang melakukan call spread di Singapura dan London.

Sedangkan, kemampuan bank melakukan transaksi derivatif mencapai US$ 58 miliar per tahun oleh 25 bank. Saat ini, kelompok bank besar masih menguasai transaksi derivatif untuk pasar forward dan swap.

Nanang menambahkan, BI akan mendorong perbankan untuk mengajukan izin produk hedging ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah aturan call spread ini terbit. “Secara prinsip, kelompok bank BUKU 4 sudah siap,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×