kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.706   62,71   1,11%
  • KOMPAS100 737   9,52   1,31%
  • LQ45 558   5,20   0,94%
  • ISSI 199   2,08   1,06%
  • IDX30 316   2,13   0,68%
  • IDXHIDIV20 390   0,47   0,12%
  • IDX80 84   0,86   1,03%
  • IDXV30 106   -0,37   -0,35%
  • IDXQ30 102   0,44   0,43%

Bank besar sistemik akan gelar RUPS untuk terbitkan obligasi konversi


Senin, 12 Maret 2018 / 10:14 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa bank besar yang bersifat sistemik sudah menyiapkan rencana aksi atau recovery plan untuk para pemegang sahamnya. Mereka akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam waktu beberapa pekan ke depan.

Salah satu agendanya adalah rencana penerbitan obligasi konversi. Penerbitan surat utang yang bisa ditukar menjadi saham ini dititahkan lewat Peraturan  Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 14/POJK.03/2017.

Pasal 37 menyatakan, pemenuhan kewajiban memiliki instrumen utang atau investasi yang memiliki karakteristik modal dilakukan paling lambat pada 31 Desember 2018, untuk bank yang telah ditetapkan sebagai bank sistemik, sebelum peraturan OJK tersebut berlaku efektif per 7 April 2017.

Haru Koesmahargyo, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bilang, bank akan menerbitkan obligasi konversi sebesar Rp 500 miliar untuk memenuhi POJK tersebut.

"Benar Rp 500 miliar rencananya, tapi masih harus diputus melalui RUPS," kata Haru kepada kontan.co.id, Senin (12/3). Terkait rencana penerbitan obligasi konversi ini BRI sudah memasukkannya di rencana bisnis. Selain itu bank juga sudah menyampaikan rencana aksi ini ke OJK.

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) bilang, rencana awal penerbitan obligasi konversi ini sebesar Rp 2 triliun.

"Saat ini kami masih berencana untuk mengeluarkan Rp 2 triliun, tergantung kondisi," kata Iman kepada kontan.co.id, Senin (12/3). Jika kondisi tidak bagus, maka rencana penerbitan obligasi ini akan dilakukan pada tahun depan.

Rencana obligasi ini sejalan dengan aturan yang dikeluarkan OJK. Secara umum BTN mencatat rasio kecukupan modal bank masih cukup yaitu 18,8%. Sebagai gambaran saja pada 2016 lalu BTN sudah mengeluarkan obligasi subordinasi sebesar Rp 3 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×