kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bank BJB Belum Liat Potensi Pemburukan Aset, Ini Alasannya


Jumat, 30 September 2022 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank BJB.


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir mulai mewaspadai kenaikan suku bunga dan inflasi yang terus mendaki terhadap kemampuan debitur membayar kewajiban kredit. Terlebih bagi debitur yang mengikuti  kredit yang direstrukturisasi terdampak Covid-19.

Kendati demikian, kredit yang direstrukturisasi terus menurun hingga saat ini. Di sisi lain, perbankan telah melakukan pencadangan sebagai antisipasi.

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) mengakui kenaikan suku bunga dan inflasi akan menekan kemampuan bayar debitur dalam memenuhi kewajibannya.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi menyatakan, hingga saat ini, belum melihat adanya potensi signifikan dari debitur yang terdampak hingga ke kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

Baca Juga: Hingga Agustus 2022, Penyaluran KPR Bank BJB Tumbuh 16,8%

“Kami terus melakukan monitoring terhadap portofolio yang memiliki risiko sensitif terhadap kenaikan inflasi khususnya. Selain itu, kami terus melakukan ekspansi dengan lebih selektif,” ujar Yuddy kepada Kontan.co.id pada Kamis (29/9).

Selain itu, BJB juga telah melakukan pencadangan terhadap kredit berisiko atau loan at risk (LAR) sebesar 25,2% per Juni 2022. Sedangkan pencadangan atau coverage to NPL BJB sebesar 152,9%.

Ia menyatakan rasio tersebut sudah cukup prudent. Terlebih, loan at risk (LAR) Bank BJB tergolong rendah hanya sebesar 6,8%.

“Adapun kredit restrukturisasi kami sampai dengan juni sekitar 3% dari total kredit. Dari nilai tersebut kurang lebih setengahnya kami melihat berpotensi untuk exit flag dari kredit restrukturisasi kembali ke normal,” paparnya. 

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Memicu Risiko Kredit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×