Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) terus memperkuat penyaluran pembiayaan perumahan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Corporate Secretary Bank BJB Irwan Riswandi mengatakan, hingga 4 Oktober 2026, bank bjb telah memiliki portofolio KPR Sejahtera FLPP sebanyak 41.383 debitur dengan outstanding mencapai Rp 4,93 triliun.
Sementara itu, sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026, bank bjb telah merealisasikan pencairan FLPP kepada 2.492 debitur dengan total plafon pencairan mencapai Rp404,98 miliar. Adapun outstanding dari pencairan tersebut tercatat sebesar Rp 399,40 miliar.
Baca Juga: BRI Junio x Mobile Legends: Bang Bang Hadirkan Kartu Debit dan Benefit Spesial
"Bank bjb terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha," kata Irwan dalam siaran pers, Rabu (7/10/2026).
Penyaluran FLPP tersebut menjadi bagian dari peran bank bjb dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau.
Komitmen tersebut juga diperkuat melalui sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan rumah subsidi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fasilitas pembiayaan perumahan dan kredit produktif.
Selain FLPP, bank bjb juga memperkuat perannya sebagai salah satu penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) sejak 2025.
KPP bank bjb terbagi menjadi dua skema, yakni KPP Supply dan KPP Demand. KPP Supply ditujukan kepada pelaku usaha dalam rantai penyediaan perumahan, seperti developer, perusahaan jasa konstruksi, serta toko material atau bangunan.
Sementara itu, KPP Demand menyasar masyarakat pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau memperbaiki rumah tinggal yang sekaligus digunakan sebagai tempat usaha.
Menurutnya, skema tersebut mengintegrasikan pembiayaan perumahan dengan aktivitas produktif masyarakat. Dengan demikian, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kegiatan ekonomi keluarga.
Baca Juga: BCA Gandeng Malaysia Airlines dan Novus Garap Bisnis Pembayaran Lintas Negara
Selain pembiayaan, bank bjb turut mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Khusus di Kabupaten Subang, program tersebut mencakup 1.327 penerima bantuan.
Secara keseluruhan, hingga September 2026 bank bjb telah turut menyalurkan Program Bedah Rumah kepada lebih dari 25.000 penerima bantuan.
Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga melibatkan toko bangunan dan tukang bangunan setempat sebagai pemasok bahan bangunan dan tenaga kerja untuk proses renovasi rumah.
Irwan menyatakan, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan, sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat di Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














