kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.761   0,00   0,00%
  • IDX 6.440   -22,69   -0,35%
  • KOMPAS100 842   -10,36   -1,22%
  • LQ45 640   -8,70   -1,34%
  • ISSI 226   1,56   0,70%
  • IDX30 355   -4,86   -1,35%
  • IDXHIDIV20 444   -5,50   -1,22%
  • IDX80 96   -1,20   -1,23%
  • IDXV30 123   -1,07   -0,86%
  • IDXQ30 115   -1,64   -1,41%

Bank bjb Beli Portofolio Pembiayaan Kendaraan MNC Finance Rp 100 Miliar


Jumat, 18 September 2026 / 11:07 WIB
Bank bjb Beli Portofolio Pembiayaan Kendaraan MNC Finance Rp 100 Miliar
ILUSTRASI. Bank bjb memperkuat bisnis pembiayaan kendaraan bermotor melalui kerja sama dengan PT MNC Finance. (Dok. Bank BJB/Bank BJB)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) memperkuat bisnis pembiayaan kendaraan bermotor melalui kerja sama dengan PT MNC Finance. bank bjb melakukan pembelian portofolio aktif pembiayaan kendaraan roda empat jenis passenger car milik MNC Finance dengan plafon mencapai Rp100 miliar.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Piutang (Asset Buy) yang diteken pada Kamis (17/9/2026) di Menara bank bjb Kantor Pusat, Bandung. Adapun kerja sama tersebut memiliki jangka waktu 12 bulan sejak perjanjian ditandatangani.

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan dalam mengoptimalkan kapabilitas dan produk melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Baca Juga: SMBC Indonesia Bayar Bunga Obligasi Rp23,99 Miliar

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya bank bjb untuk terus mengoptimalkan kapabilitas dan produk yang dimiliki melalui kolaborasi dengan mitra strategis,” ujar Ayi dalam keterangan resmi, Jumat (18/9/2026).

Menurut Ayi, kerja sama dengan MNC Finance tidak hanya dilakukan dalam konteks transaksi Asset Buy, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi yang masih dapat dikembangkan ke depan.

“Hubungan dengan MNC Finance tidak hanya dalam konteks transaksi Asset Buy, tetapi sebagai bagian dari sinergi yang dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan nilai tambah bagi kedua perusahaan,” lanjutnya.

Melalui skema tersebut, bank bjb dapat memperluas eksposur pada ekosistem pembiayaan kendaraan bermotor sekaligus memperkuat sinergi antara bisnis perbankan dan perusahaan pembiayaan.

bank bjb menyatakan pengembangan portofolio tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan kualitas aset. Dengan demikian, kerja sama diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Kerja sama Asset Buy terbaru ini melanjutkan hubungan bisnis antara bank bjb dan MNC Finance yang telah terjalin sejak 2017.

Sebelumnya, kedua perusahaan telah menjalankan sejumlah kerja sama, termasuk pembelian portofolio aktif Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan pembiayaan bersama.

Baca Juga: OJK Masih Terima Pengaduan dari Masyarakat Terkait Perilaku Petugas Penagihan

Secara keseluruhan, riwayat kerja sama pembiayaan antara bank bjb dan MNC Finance telah mencatat plafon sebesar Rp556 miliar.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, sinergi bank bjb dengan ekosistem MNC Group juga terlihat dari pemanfaatan produk perbankan. Berdasarkan data Product Holding, terdapat simpanan berupa tabungan dan deposito dari sejumlah perusahaan MNC Group di bank bjb dengan total saldo Rp128,437 miliar.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi bank bjb untuk memperluas sinergi dengan ekosistem MNC Group, baik melalui pembiayaan maupun optimalisasi produk perbankan lainnya.

bank bjb juga melihat peluang pengembangan kerja sama ke depan, termasuk melalui business matching dan pemanfaatan berbagai produk serta layanan perbankan sesuai kebutuhan mitra.

Baca Juga: Ini Tantangan yang Dihadapi Modal Ventura Salurkan Pembiayaan ke Sektor Hijau

Sementara itu, MNC Finance memiliki jaringan 43 kantor cabang yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Dalam pelaksanaan kerja sama, kedua perusahaan menekankan pentingnya kualitas portofolio, prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan, serta penerapan tata kelola dan manajemen risiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×