kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Bank harus laporkan posisi uang kartal pagi sore


Jumat, 07 Juni 2013 / 19:47 WIB
ILUSTRASI. Transaksi saham semakin tipis, IHSG bisa kesulitan menembus level di atas 6.600. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Guna memudahkan Transaksi Uang Kartal Antar Bank (TUKAB), Bank Indonesia (BI) meminta perbankan laporkan posisi uang kartalnya pada pagi dan sore hari.

“Pagi hari bank melaporkan ke BI posisinya seperti apa. Lalu disiarkan. Sore juga begitu," ucap Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang, Lambok Antonius Siahaan, Jumat, (7/6).

Lambok bilang, penyiaran laporan posisi uang kartal ini dilakukan melalui grup mailing list. Tapi nantinya, BI yang menyebarkan melalui sistem informasi layanan kas.

Pelaporan ini bertujuan supaya 120 bank yang berpartisipasi tersebut tahu bank-bank mana saja yang dalam posisi kelebihan uang kartal atau long dan bank kekurangan atau short. Kemudian, bank-bank tersebut juga bisa mengetahui bank mana punya pecahan uang berapa.

Jadi, bank yang dalam posisi short harus meminta pada bank yang dalam posisi long. TUKAB ini berlaku secara nasional. Bank apa pun bisa meminta ke daerah lainnya di daerah mana pun.

TUKAB ini dapat mendorong perbankan untuk meningkatkan efektivitas mereka. BI menilai, ini menguntungkan bagi manajemen kas bank sekitar 20%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×