kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bank makin serius mengincar potensi bisnis KPR take over


Rabu, 04 September 2019 / 20:15 WIB
ILUSTRASI. Bank CIMB Niaga


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) melihat take over belum terlalu optimal dalam mendorong pertumbuhan KPR secara nasional lantaran hanya memindahkan portofolio antar bank saja.

"Komposisi penyaluran take over masih di bawah 10% dari total penyaluran KPR BNI," kata General Manager Product Management Division BNI Donny Bima Herjuno

Sementara itu, BNI belum melakukan identifikasi lebih jauh atas pelunasan sebelum masa kredit berakhir akibat take over ke bank lain yang dilakukan nasabahnya.

Baca Juga: Dorong ekspansi, BCA syariah dapat suntikan modal Rp 1 triliun dari BCA

Menurut Donny, pelunasan KPR yang dilakukan nasabah sebelum jatuh tempo tidak merugikan karena bank juga akan mengenakan penalti atas pelunasan yang terjadi.

Sementara untuk menekan nasabahnya beralih ke bank lain, memasarkan suku bunga promo dengan fixed rate yang berjenjang sehingga penyesuaian angsuran dilakukan secara bertahap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×