kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.730   11,00   0,06%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bank Mandiri dan BCA akui likuiditas perbankan masih melimpah


Rabu, 30 Mei 2018 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. Uang rupiah


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua bank penguasa pasar yaitu PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengakui bahwa saat ini masih terdapat ekses atau kelebihan likuiditas.

Darmawan Junaidi, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri mengatakan, ekses likuiditas terlihat dari tumbuhnya dana pihak ketiga (DPK). "Selain itu juga belum tumbuhnya permintaan di sektor properti," kata Darmawan kepada Kontan.co.id, Selasa (29/5). Belanja modal perusahaan juga masih belum sampai pada level sebagaimana terjadi sebelum 2015.

Bank Mandiri juga mencatat pertumbuhan kredit tahun ini juga mempengaruhi likuiditas rupiah perbankan. Bank Mandiri terus mengelola kelebihan likuiditas dengan penempatan dana di surat berharga, deposit facility dan placement dalam pasar uang antar bank.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA bilang, kelebihan likuiditas disebabkan karena banyak kredit yang belum ditarik. "Kredit sudah disetujui tapi belum ditarik oleh nasabah," kata Jahja kepada Kontan.co.id, Selasa (29/5). Hal ini karena bisnis belum terlalu bergairah meski sudah mulai meningkat menjelang lebaran.

Terkait kelebihan likuiditas, BCA menempatkannya di SBI dan surat berharga negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×