kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

OJK catat ekses likuiditas perbankan April mencapai Rp 618 triliun


Senin, 28 Mei 2018 / 12:46 WIB
ILUSTRASI. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tampaknya regalator perbankan cukup optimistis terkait kondisi likuiditas perbankan saat ini. Hal ini tercermin dari paparan regulator dan pemerintah pada konferensi pers penguatan koordinasi stabilitasi mendorong pertumbuhan ekonomi hari ini Senin (28/5).

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisoner OJK mengatakan, likuiditas perbankan cukup baik. "Jumlah ekses reserve perbankan sampai April 2018 mencapai Rp 618 triliun," kata Wimboh, Senin (28/5).

Tren kelebihan likuiditas perbankan ini menurut Wimboh mengalami kenaikan. Pada 2017 lalu, likuiditas perbankan tercatat sebesar Rp 500 triliun. OJK mencatat kondisi likuiditas perbankan saat ini masih cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit perbankan ke depan.

Kelebihan likuiditas perbankan ini, menurut Wimboh bisa digunakan untuk membiayai pertumbuhan kredit. Sebagai gambaran saja, sampai April 2018, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan mencapai 8,06% yoy.

Halim Alamsyah, Ketua Dewan Komisioner LPS bilang akan memantau perkembangan DPK dan terus memantau kondisi likuiditas. "Kami masih mencatat ada peningkatan dana simpanan yang ada di perbankan nasional," kata Halim dalam kesempatan yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×