kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank Mandiri salurkan KUR Rp 17,45 triliun hingga kuartal III


Minggu, 13 Oktober 2019 / 20:21 WIB

Bank Mandiri salurkan KUR Rp 17,45 triliun hingga kuartal III
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank Mandiri Jakarta, Kamis (12/9).

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) semakin signifikan. PT Bank Mandiri Tbk misalnya telah menyalurkan KUR sebesar 17,45 triliun sepanjang Sembilan bulan pertama tahun ini dan diberikan kepada 222.825 debitur . Capaian itu setara 69,8% dari jatah KUR yang didapat perseroan untuk 2019 ini. 

Penyaluran KUR Bank Mandiri hingga kuartal III tersebut meningkat 29% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Walaupun realisasi penyaluran sudah hampir 70% dari kuota, namun baru 50,25% dari realisasi itu diberikan kepada sektor produksi.

Baca Juga: Penarikan kredit debitur perbankan makin deras di semester II-2019

Total KUR yang disalurkan ke sektor produksi mencapai Rp 8,76 triliun. Sebesar Rp 3,05 triliun diberikan untuk produksi di sektor pertanian,  Rp 43,33 miliar untuk perikanan, Rp 656,65 miliar ke sektor industri pengolahan, Rp 2,18 miliar ke pertambangan dan Rp 5,01 triliun untuk jasa produksi.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Zedo Faly mengungkapkan, beberapa kendala yang menyebabkan penyaluran KUR ke sektor produksi belum mencapai 60% sesuai target pemerintah. Pertama, masyarakat belum memahami produk perbankan sehingga diperlukan edukasi dan bimbingan dalam pengenalan produk bank itu agar dimanfaatkan untuk meningkatkan usaha.

Kedua, penyaluran belum merata karena keterbatasan jaringan kantor cabang Bank Mandiri. “Lalu selanjutnya, masih terdapat persepsi di masyarakat bahwa KUR adalah hibah dari pemerintah sehingga tidak perlu adanya pengembalian atas fasilitas pinjamannya.” Jelas Zedo pada KONTAN, Jumat (13/10).

Baca Juga: Kementerian Koperasi dan UKM bubarkan 40.013 koperasi, ini alasannya

Untuk mendorong serapan KUR ke sektor produksi, Bank Mandiri terus mengoptimalkan kerjasama dengan nasabah korporasi  yang dapat menjadi off taker yang bergerak disektor produksi, serta melakukan perbaikan dari sisi bisnis proses dan  produk yang ditawarkan agar dapat memenuhi kebutuhan disektor produksi yang cukup beragam.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


×