Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) menyambut baik rencana pemerintah menambah suntikan likuiditas ke perbankan. Bank pelat merah yang fokus di sektor properti ini bahkan sudah membidik nominal yang dibutuhkan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum lama ini mengungkapkan rencananya menambah suntikan likuiditas ke perbankan sebesar Rp 100 triliun. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan dana menganggur.
Berbeda dengan suntikan likuiditas dari dana saldo anggaran lebih (SAL) sebelumnya yang ditempatkan dalam bentuk deposit on call bertenor enam bulan, kali ini skema penempatan dana disebut bakal lebih fleksibel agar bisa sewaktu-waktu ditarik kembali ketika dibutuhkan untuk membiayai belanja negara.
Baca Juga: LinkAja Sebut Transaksi QRIS Menunjukkan Tren Peningkatan Jelang Lebaran
Detail terkait rencana ini belum dipastikan, selagi Kementerian Keuangan melakukan kajian lebih lanjut. Kendati begitu, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengaku sudah terinformasi terkait skema penyuntikan likuiditas tambahan ini.
Bahkan, pihaknya sudah mengusulkan nominal yang ingin didapat. “Kami senang melihat rencana ini, berharap dapat juga. Kami sudah usulkan, ya (nominalnya) setengah dari yang kemarin lah,” ungkap Nixon kepada awak media, Jumat (13/3/2026).
Mengingatkan kembali, suntikan likuiditas dari dana SAL yang didapat BTN sebelumnya sebesar Rp 25 triliun. Artinya, untuk suntikan likuiditas tambahan ini, bank membidik porsi kisaran Rp 12 triliun dari total Rp 100 triliun yang disiapkan pemerintah.
Namun, Nixon menegaskan nominal pastinya tetap bergantung keputusan pemerintah sebagai pemberi dana. “Itu usulan, keputusannya tetap di mereka,” imbuhnya.
Tak jauh berbeda dengan suntikan likuiditas sebelumnya, Nixon bilang alokasi tambahan likuiditas ini juga bakal diarahkan utamanya ke sektor perumahan. Menurutnya, dengan tren pertumbuhan kredit bank yang sangat positif sejauh ini, suntikan likuiditas jelas menjadi angin segar yang dibutuhkan BTN.
Memang, hingga akhir tahun lalu kredit BTN berhasil tumbuh 11,9% secara tahunan. Nixon melihat ini sebagai sinyal kebutuhan likuiditas yang lebih tebal. “Jadi kalau ditanya apakah butuh, ya kami butuh,” sebutnya.
Baca Juga: Danamon Siapkan Layanan Terbatas Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












