kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank Mandiri tunggu Kementerian BUMN pilih pengganti Kartika Wirjoatmodjo


Jumat, 25 Oktober 2019 / 17:41 WIB
Bank Mandiri tunggu Kementerian BUMN pilih pengganti Kartika Wirjoatmodjo
ILUSTRASI. Calon Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin (kiri) dan Kartiko Wiryoatmojo, berjabat tangan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI, anggota indeks Kompas100) tengah menunggu langkah Kementerian BUMN untuk menentukan pengganti Kartika Wirjoatmodjo sebagai Direktur Utama Mandiri. Kartika sejak hari ini resmi menyandang jabatan Wakil Menteri BUMN.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pihaknya kini tengah menunggu para pemegang saham untuk mengajukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dengan agenda pergantian pengurus.

“Belum ada jadwal untuk RUPSLB, dan saat ini kami juga masih menunggu surat permintaan untuk menggelar RUPSLB dari pemegang saham,” kata Rohan kepada Kontan.co.id, Jumat (25/10).

Baca Juga: Diangkat jadi wakil menteri BUMN, ini yang akan dilakukan Budi Gunadi dan Kartika

Sebagai catatan, 60% saham Bank Mandiri dipegang oleh Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Kementerian BUMN. Rohan menambahkan bakal calon pengganti Kartika juga kelak akan diusulkan oleh Kementerian BUMN.

Sayangnya, Menteri BUMN yang baru Erick Thohir belum merespon pertanyaan Kontan.co.id via pesan pendek soal calon pengganti Kartika.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putra, serta Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo juga belum merespons pertanyaan Kontan.co.id.

Untuk sementara, tugas dan fungsi Direktur Utama Bank Mandiri kini dipegang Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto.

Baca Juga: Dua dirut BUMN ini ditunjuk menjadi wakil menteri BUMN

“Berdasarkan anggaran dasar perseroan, wakil direktur utama akan bertindak sebagai pemegang kewenangan direktur utama, sampai ada penggantinya yang ditentukan lewat RUPSLB,” lanjut Rohan.

Sulaiman sendiri sejatinya cukup potensial mengisi jabatan direktur utama secara permanen. Sbab Sulaiman tergolong bankir senior di bank pelat merah. Ia memulai dan mengembangkan karirnya dalam waktu yang lama di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Sulaiman memulai karier sejak 1983 di BRI, tak lama setelah menyabet gelar sarjana dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1981. Ia sempat menjadi Direktur Bisnis Mikro BRI pada 2006-2009, dan Direktur Komersial pada 2009-2015. Hingga akhirnya berlabuh di Bank Mandiri menjadi wakil direktur utama sejak 2015 hingga saat ini.

Baca Juga: Doa Dahlan Iskan untuk Erick Thohir: Semoga selamat dari jerat birokrasi




TERBARU

×