Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyambut positif keputusan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun di perbankan hingga September 2026.
Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengatakan perpanjangan penempatan dana SAL di perbankan akan memperkuat stabilitas likuiditas industri sekaligus memberi ruang bagi bank untuk terus menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang mendukung perekonomian rakyat.
“Bank Mandiri mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan memperpanjang penempatan dana SAL di perbankan hingga September 2026. Perpanjangan ini diharapkan memperkuat likuiditas sistem perbankan dan menjaga ruang penyaluran kredit agar tetap terarah ke sektor-sektor produktif yang berorientasi ekonomi kerakyatan,” ujar Adhika dalam keterangan resminya, Sabtu (28/2/2026).
Baca Juga: Perpanjangan Dana SAL Jadi Angin Segar, OJK: Likuiditas Bank Meningkat
Ia menambahkan, hingga saat ini realisasi penyaluran kredit yang bersumber dari dana SAL di Bank Mandiri menunjukkan perkembangan positif dan berjalan sesuai rencana penempatan dana.
“Seluruh penyaluran tersebut juga dilakukan dengan prinsip kehati-hatian serta pelaporan yang transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Menurut Adhika, pembiayaan dari dana SAL telah menjangkau berbagai sektor strategis nasional. Selain itu, kredit juga disalurkan secara luas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Baca Juga: Pegadaian Bidik Laba Tembus Rp 9 Triliun, Gadai Emas Masih Jadi Kontributor Utama
“Penyaluran kredit telah menjangkau 37 provinsi di seluruh Indonesia, mencerminkan distribusi pembiayaan yang inklusif dan merata,” jelasnya.
Ke depan, Bank Mandiri menegaskan akan terus menjaga kualitas pertumbuhan kredit dengan pendekatan selektif. Perseroan akan mempertimbangkan berbagai faktor seperti dinamika permintaan kredit, kondisi makroekonomi, serta kualitas risiko agar ekspansi pembiayaan tetap sehat.
Melalui optimalisasi fungsi intermediasi tersebut, Bank Mandiri berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong aktivitas sektor produktif, meningkatkan daya saing usaha nasional, sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













