Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mega Syariah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 196,9 miliar melalui tiga akad pembiayaan dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Pembiayaan tersebut ditujukan untuk pembangunan properti dan sektor pendidikan.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji menjelaskan, pembiayaan tersebut merupakan bagian dari upaya bank memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor produktif.
Dalam Business Deals Ceremony ISEF 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10/2026), Bank Mega Syariah menandatangani tiga akad pembiayaan. Yang pertama, pembiayaan dengan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) senilai Rp 180 miliar kepada PT Pulo Mas Jaya untuk pembangunan PMJ Land Tower.
Baca Juga: LPEI Perluas Pasar UKM Berorientasi Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2026
Selanjutnya, pembiayaan Musyarakah Investasi sebesar Rp 13,22 miliar kepada Yayasan Al Fath Bina Insani Sakinah dan pembiayaan MMQ senilai Rp 3,70 miliar kepada Yayasan Pendidikan Graha Ganesha.
"Business deals di ISEF menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan sektor riil dengan kapasitas pembiayaan industri perbankan syariah," ujar Oney dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2026).
Penyaluran pembiayaan tersebut sejalan dengan pertumbuhan bisnis komersial Bank Mega Syariah. Hingga September 2026, pembiayaan komersial bank mencapai Rp 6,22 triliun, tumbuh 20,32% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Segmen komersial menyumbang sekitar 60,27% dari total portofolio pembiayaan Bank Mega Syariah. Kontributor terbesarnya berasal dari Corporate Banking dengan pembiayaan Rp 4,72 triliun, tumbuh 20,20% yoy. Sementara itu, pembiayaan Business Banking mencapai Rp 1,50 triliun, meningkat 20,71% yoy.
Secara keseluruhan, total pembiayaan Bank Mega Syariah per September 2026 tercatat Rp 10,31 triliun, tumbuh 11,92% yoy dibandingkan Rp 9,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Oney memastikan pihaknya bakal tetap selektif dalam menangkap peluang pembiayaan dengan menjaga kualitas aset dan memastikan pertumbuhan bisnis berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Selain pembiayaan, Bank Mega Syariah juga memperkuat aktivitas di pasar keuangan syariah melalui kerja sama transaksi Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah (SiPA) valuta asing senilai US$ 70 juta bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan sejumlah bank lainnya.
Bank juga berpartisipasi dalam transaksi SiPA rupiah dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) serta menandatangani Perjanjian Induk Lindung Nilai Syariah Indonesia dengan bank pelat merah tersebut.
Baca Juga: Asuransi Umum Waspadai Risiko Investasi hingga Akhir 2026, Ini Faktor yang Dicermati
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














