kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Bank melirik potensi private banking


Kamis, 22 Maret 2018 / 06:35 WIB
ILUSTRASI. Bank Mandiri


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peluang bisnis private banking masih terbuka lebar seiring pertumbuhan masyarakat kelas atas di dalam negeri. Selama ini, baru bank swasta asing yang memanfaatkan potensi pengelolaan dana para nasabah tajir.

Sejatinya selama ini layanan private banking sudah berjalan yang tergabung bisnis wealth management. Bank membedakannya lewat besaran dana kelolaan.

Handayani Direktur Konsumer Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan, simpanan nasabah di BRI bisa masuk ke private banking jika nominal nya di atas Rp 100 miliar. Nasabah juga dapatkan pelayanan nomor satu untuk fasilitas perbankan yang dibutuhkan.

"Untuk mengembangkan bisnis ini, kami sedang ada pembicaraan dengan beberapa private banker di luar negeri," kata Handayani tanpa menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud, Rabu (21/3). Sejauh ini layanan private banking BRI masih menyatu dengan bisnis wealth management.

Sementara Bank Mandiri yang telah mempunyai divisi private banking tersendiri, memiliki rencana mengembangkan bisnis ini lebih jauh. Salah satunya dengan menggaet lembaga keuangan asal Swiss yaitu Lombard Odier yang mempunyai keunggulan di bidang private dan investment banking.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Bank Mandiri membenarkan hal tersebut. "Ada rencana seperti itu," kata Tiko sapaan akrabnya, Rabu (20/3).

Bank Mandiri pada April 2018 mendatang akan mengumumkan kerjasama ini secara resmi. Darmawan Junaidi, Direktur Bank Mandiri menambahkan, saat ini rencana tersebut masih dalam kajian.

Kerjasama ini akan dimanfaatkan Bank Mandiri untuk lebih meningkatkan kapasitas di bisnis private banking dengan menarik dana nasabah kaya di Indonesia yang ada di Singapura.

Ariastiadi Kepala Departemen Pengawasan Perbankan II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, bisnis private bankingbank BUMN masih kalah unggul dengan beberapa bank swasta asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×