kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.599   46,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Muamalat bidik pembiayaan sindikasi US$ 250 juta


Rabu, 23 Maret 2011 / 12:06 WIB
ILUSTRASI. Place Vendome yang sepi di Paris, selama penguncian untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Prancis, 8 April 2020.


Reporter: Nina Dwiantika, Wahyu Satriani | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. 2011 ini PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) berencana melakukan sindikasi dengan tiga bank syariah lokal dan bank asing untuk membiayai sektor infrastruktur yaitu dua proyek pembangkit tenaga listirk senilai US$ 250 juta.

Proyek sindikasi ini akan dilakukan pada kuartal ketiga tahun 2011. Bank Muamalat dkk membidik proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt di luar Pulau Jawa.

Arviyan Arifin, Direktur Utama Bank Muamalat bilang, saat ini belum bisa mengatakan nilai yang akan dikucurkan oleh Muamalat. Dia beralasan bersifat lead arranger dan harus ada kepastian pembiayaan (closing). Bank Muamalat kini sedang menyuarakan pembiayaan sindikasi ini ke bank-bank syariah dalam negeri.

Proyek pembangkit listrik ini pun akan memberi potensi besar bagi bank syariah. "Saat ini, sindikasi Bank Muamalat sudah naik 400%, setelah tahun lalu melakukan sindikasi sebesar US$ 50 juta," kata Arviyan, Rabu (23/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×