Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk makin agresif menggenjot pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk Solusi Emas Hijrah.
Terbaru, bank syariah ini membuka akses pengajuan pembiayaan emas secara online melalui mobile banking Muamalat DIN.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, pengajuan digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat nasabah sekaligus mempercepat pertumbuhan jumlah pengguna pembiayaan emas cicilan di Bank Muamalat.
Baca Juga: BTN Expo 2026 Digelar, Target Akuisisi 25.000 Nasabah dan 500 Akad KPR
“Pembiayaan emas lewat Muamalat DIN dapat menjadi game changer untuk memasarkan dan meningkatkan portofolio pembiayaan emas Bank Muamalat. Dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian, pembiayaan ini telah dilengkapi asuransi sebagai mitigasi risiko fluktuasi harga emas,” ujar Ricky dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Ricky optimistis pembiayaan emas akan menjadi salah satu pendorong utama bisnis consumer banking Bank Muamalat pada 2026.
Digitalisasi layanan dinilai krusial untuk menjaring nasabah generasi muda, seiring meningkatnya minat terhadap emas sebagai aset likuid dan instrumen diversifikasi investasi.
Melalui aplikasi Muamalat DIN, nasabah dapat mengajukan pembiayaan emas dengan proses yang relatif mudah. Nasabah cukup masuk ke menu “Pembiayaan”, lalu memilih “Ajukan Pembiayaan Baru”, dan melanjutkan proses sesuai petunjuk yang tersedia di aplikasi.
Bank Muamalat menilai penetrasi produk Solusi Emas Hijrah masih sangat terbuka. Ke depan, perseroan akan terus memperluas inklusi pembiayaan emas syariah, baik kepada nasabah eksisting maupun masyarakat umum.
Baca Juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Hingga Rp 16,6 Triliun per Akhir 2025
Sepanjang 2025, kinerja pembiayaan Solusi Emas Hijrah tercatat melesat signifikan. Hingga Desember 2025, pembiayaan produk ini melonjak 33 kali lipat secara tahunan (yoy) dengan nilai pertumbuhan mencapai Rp 1,1 triliun.
Sementara itu, jumlah rekening meningkat 1.218% secara tahunan menjadi 24.335 rekening.
Selanjutnya: Indonesian Stocks Tank as Downgrade Risk Sets Off Rush for Exits
Menarik Dibaca: iOS 26.2.1 Rilis: Perbaikan Bug dan Fitur Darurat Krusial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













