Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk mencermati langkah regulator menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,5%.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono mengatakan, naiknya BI Rate akan berpengaruh besar pada dinamika industri perbankan, terutama dalam penentuan bunga simpanan.
Eri menyebut Bank Neo Commerce juga turut bersiap menyesuaikan strategi pendanaannya menyusul kenaikan BI Rate, termasuk dengan opsi menaikkan bunga simpanan.
Baca Juga: Tumbuh 2,07%, BCA Kantongi Laba Rp 25,68 Triliun pada Mei 2026
"Oleh karena itu, Bank Neo Commerce akan terus memantau dinamika dan bila diperlukan, akan melakukan penyesuaian strategi secara prudent dan terukur sesuai dengan kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, serta profil risiko bank," kata Eri kepada Kontan akhir pekan lalu.
Eri memastikan, Bank Neo Commerce akan menjaga posisi dana pihak ketiga (DPK) tetap stabil dalam persaingan industri yang dinilai makin ketat.
Ia pun bilang, Bank Neo Commerce akan menjaga tingkat suku bunga terus memiliki daya saing, tapi tetap efisien. Ia menambahkan, penyesuaian suku bunga nantinya tidak akan terlalu memberatkan biaya dana (cost of fund/COF) banknya.
"Penyesuaian suku bunga simpanan akan dilakukan secara selektif mengikuti perkembangan kondisi likuiditas dan kompetisi industri," jelasnya.
Selain itu, Eri menyebut bank yang dipimpinnya juga akan menjaga kecukupan likuiditas melalui pengelolaan aset dan liabilitas yang disiplin. Ini juga dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis yang sehat ke depannya.
Sedangkan, dari sisi kredit, Bank Neo Commerce akan tetap mengarahkan penyaluran pada segmen dan profil nasabah yang memiliki kualitas dan potensi pertumbuhan yang baik.
Baca Juga: Bank Kecil Semakin Dipaksa untuk Merger Guna Hadapi Kenaikan BI Rate
Adapun dari laporan keuangan per April 2026, total DPK Bank Neo Commerce tercatat sebesar Rp 13,14 triliun, turun 1,05% secara tahunan. Produk deposito mendominasi mencapai 68,51% dari keseluruhan DPK.
Selain itu, hingga April 2026, Bank Neo Commerce menyalurkan kredit sebesar Rp 6,96 triliun. Sedangkan, laba bersihnya tercatat sebesar Rp 185,35 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












