Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi senilai Rp 6,93 triliun sepanjang 2025. Capaian ini naik tipis 0,53% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,9 triliun.
Capaian kinerja tersebut didorong oleh pendapatan bunga senilai Rp24,67 triliun, naik 1,83% dari Rp24,24 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih bank berkode saham BNGA ini juga mencapai sebesar Rp13,48 triliun atau tumbuh 1,58% YoY. Di saat yang sama, beban operasional selain bunga bersih mencapai Rp4,69 triliun, menyusut 4,28% YoY dari Rp4,90 triliun.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, hasil kinerja CIMB Niaga pada tahun 2025 mencerminkan konsistensi performa serta kesehatan fundamental bisnis Bank.
Baca Juga: Bank Himbara Pastikan Kecukupan Modal di Tengah Berbagai Penugasan Pemerintah
"Sepanjang tahun tersebut, kami berhasil memperkuat posisi likuiditas dan permodalan, di mana hal tersebut semakin memperkuat landasan kami untuk terus bertumbuh sekaligus memastikan untuk senantiasa memberikan nilai jangka panjang," ujar Lani dalam siaran pers, Kamis (26/2/2026).
Dari sisi intermediasi, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 8,87% YoY mencapai Rp 182,59 triliun pada 2025 dari Rp 167,71 triliun pada 2024. Sementara pembiayaan syariah mengalami penurunan dari Rp 60,29 triliun menjadi Rp55,72 triliun. Alhasil total aset konsolidasian adalah sebesar Rp372,7 triliun.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh 3,79% YoY dari Rp 260,64 triliun menjadi Rp 270,52 triliun. Dikontribusikan dari pertumbuhan CASA sebesar 10,1% yoy menjadi Rp 189,5 triliun, yang berkontribusi terhadap rasio CASA menjadi sebesar 70,0%.
Hal ini kata Lani merupakan hasil upaya Bank untuk membina hubungan dengan nasabah yang lebih erat sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan melalui layanan digital.
Baca Juga: Laba Bank Negara Indonesia (BBNI) Januari 2026 di Rp 1,7 Triliun, Ini Rekomendasinya
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah bruto (gross non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang menurun menjadi 0,74%. Pada akhirnya, perolehan return on equity (ROE) sebesar 13,0%.
"Ini menunjukkan kapasitas Bank dalam menghasilkan profitabilitas yang stabil, dengan tetap menjaga profil keuangan yang disiplin dan solid," ucap Lani.
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 24,8% dan 86,8%.
Selanjutnya: Menengok Arah Bisnis Bank Himbara di Bawah Danantara
Menarik Dibaca: Jadwal Buka Puasa Kota Mojokerto Ramadan 26 Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)