kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank OCBC NISP merasa nyaman di BUKU 3


Rabu, 17 Desember 2014 / 19:55 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas alat berat pada lahan tambang nikel PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank OCBC NISP tidak gencar meningkatkan permodalan untuk mencapai bank kelompok BUKU 4. Pasalnya, perusahaan masih dapat berekspansi bisnis seperti bank lain, meskipun OCBC NISP ada di kelompok bank BUKU 3 dengan modal Rp 15 triliun.

“Keuntungan untuk bank BUKU 4 adalah buka cabang keluar negeri. Sedangkan, kami sudah ekspansi ke sana dengan cabang-cabang OCBC,” kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, pada acara temu wartawan, Rabu (17/12).

Ke depan, perusahaan akan meningkatkan bisnis di dalam negeri, karena potensinya masih besar, tercermin dari margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) yang mencapai 4%-5%, bahkan ada yang dua digit. Angka NIM ini bank di Indonesia lebih tinggi ketimbang negara ASEAN lainnya.

Lanjutnya, bank milik investor Singapura ini membidik pertumbuhan kredit sebesar 15%-20% pada tahun 2014, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) akan menyesuaikan pertumbuhan yang seimbang dengan kredit. “Porsi kredit ritel akan menjadi mayoritas di OCBC NISP,” tambahnya,

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×