Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) akan lebih selektif menyalurkan kredit ke sektor komoditas. Hal ini dilakukan seiring dengan harga komoditas yang belum beranjak naik dan adanya perlambatan ekonomi di beberapa daerah.
Muhammad Adil, Direktur Utama Bank Sumsel Babel mengatakan, untuk sektor komoditas, bank banyak bermain di sawit dan karet. Hal ini karena kedua sektor ini merupakan komoditas unggulan di Provinsi Sumsel Babel.
“Saat ini, BPD Sumsel Babel telah menyalurkan kredit kepada petani sawit dan karet sebesar Rp 485 miliar dengan rasio kredit macet (NPL) 4,25%,” ujarnya, Selasa (11/10).
Ke depan, seiring dengan masih belum membaiknya ekonomi, Bank Sumsel Babel akan mengurangi penyaluran kredit ke komoditas, terutama karet. Sedangkan untuk komoditas sawit, bank masih melihat apakah ada potensi dan masih menguntungkan.
Selain itu, menurut Adil, pihaknya akan lebih memperbanyak penyaluran kredit di sektor yang telah dikuasai seperti UMKM, dan ikut menyalurkan kredit ke infrastruktur utamanya terkait pembangunan light rapid transit (LRT).
Sebagai informasi, pada semester I 2016, pertumbuhan kredit Bank Sumsel Babel tercatat sebesar 7,27% yoy menjadi Rp 12,29 triliun. Sementara, NPL per Juni 2016 tercatat sebesar 6,03% atau turun 98 bps yoy. Sedangkan untuk pencadangan pada semester I 2016 dialokasikan sebesar Rp 323 miliar atau turun 42,11% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News