kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Saat Bank Lain Tutup, Cabang Fisik BCA Terus Tumbuh


Selasa, 10 Februari 2026 / 09:45 WIB
Saat Bank Lain Tutup, Cabang Fisik BCA Terus Tumbuh
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Cabang Bank Central Asia, Depok, Jawa Barat (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Digitalisasi perbankan terus mendorong efisiensi jaringan fisik. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kantor bank umum menyusut menjadi 23.538 unit per Juni 2025, turun 632 kantor dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, tren tersebut tidak sepenuhnya diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Di saat banyak bank merampingkan jaringan, BCA justru menambah jumlah kantor cabang dalam beberapa tahun terakhir. Data BCA menunjukkan jumlah cabang meningkat dari 1.242 unit pada 2021 menjadi 1.270 unit pada 2025.

SVP Operation Strategy & Development BCA Setiady mengatakan, layanan fisik masih memegang peran penting di tengah dominasi transaksi digital. Menurut dia, faktor kepercayaan dan perilaku nasabah menjadi pertimbangan utama. “Untuk transaksi bernilai besar atau kompleks, nasabah masih membutuhkan kehadiran fisik dan interaksi langsung,” katanya akhir pekan lalu.

BCA mencatat hampir seluruh transaksi nasabah, sekitar 99,8% dari sisi frekuensi, telah berlangsung secara digital. Kendati demikian, dari sisi nilai transaksi, kantor cabang masih menyumbang lebih dari 30%. Transaksi di kantor cabang umumnya terkait kebutuhan yang tidak sederhana, seperti advisory investasi dan pembiayaan kredit.

Baca Juga: Strategi BCA Mengikat Nasabah Lewat BCA Expoversary 2026

Selain itu, ekspansi cabang juga dikaitkan dengan potensi ekonomi daerah, terutama di kawasan timur Indonesia yang dinilai belum tergarap optimal. Perluasan jaringan diharapkan dapat menopang pertumbuhan basis nasabah BCA yang saat ini mendekati 40 juta.

Penguatan jaringan fisik juga tercermin dari peningkatan jumlah ATM. Hingga kini, BCA mengoperasikan lebih dari 20.000 mesin ATM, naik dibandingkan 18.034 unit pada 2021.

Di sisi lain, BCA menyesuaikan fungsi kantor cabang dengan teknologi digital. Sejak 2018, sebagian besar cabang telah bertransformasi menjadi cabang digital dengan dukungan layanan mandiri, mulai dari reservasi kunjungan, penggantian kartu, pembukaan rekening, hingga transaksi setor dan tarik tunai berbasis mesin.

BCA menegaskan transformasi tersebut tidak diarahkan untuk mengurangi tenaga kerja, melainkan mengalihkan peran frontliner agar lebih fokus pada layanan konsultatif dan relasi dengan nasabah. Strategi ini menegaskan bahwa, meski digitalisasi mendominasi transaksi ritel, kantor cabang masih diposisikan sebagai penopang transaksi bernilai besar dan layanan bernuansa personal.

Baca Juga: Strategi BCA Perkuat Kualitas Layanan Terhadap Nasabah

Selanjutnya: BEI Sebut Ada Potensi Kode Broker Dibuka Lagi

Menarik Dibaca: IHSG Menguat 0,5% Meski Dapat Pengumuman Penundaan Evaluasi dari FTSE (10/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×