kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Bank Syariah pasang target pertumbuhan aset tinggi pada 2018


Selasa, 24 April 2018 / 10:47 WIB
Bank Syariah pasang target pertumbuhan aset tinggi pada 2018
ILUSTRASI. Pertumbuhan pembiayaan bank syariah


Reporter: Yoliawan H | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan syariah optimistis bisa menggenjot nilai aset pada tahun. PT Bank Central Asia Syariah (BCA Syariah) misalnya tahun ini menargetkan aset akan tumbuh hingga 20% secara year on year (yoy).

John Kosasih, Direktur Utama BCA Syariah menuturkan, hingga kuartal I 2018 pertumbuhan aset BCA Syariah sudah sesuai target. Di periode tersebut, aset anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini tumbuh sekitar 14%. Pertumbuhan aset ini ditopang dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan juga pembiayaan yang tumbuh cukup tinggi.

Pembiayaan BCA Syariah tercatat tumbuh 23% menjadi Rp 4,29 triliun di kuartal I 2018. Sedangkan dana pihak ketiga meningkat 16% menjadi Rp 4,86 triliun. Pada kuartal II 2018, John memprediksikan, aset BCA Syariah masih akan tumbuh direntang 13%-15% dan pembiayaan akan tumbuh sekitar 15% sampai 20%.

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah) juga menorehkan kinerja yang cukup lumayan di kuartal I 2018. Tercatat aset BRI Syariah tumbuh 21,84% menjadi Rp 34,73 triliun.

Indri Tri Handayani, Sekretaris Perusahaan BRI Syariah menuturkan, pertumbuhan ini didukung pertumbuhan DPK plus tambahan modal dari induk usaha yakni BRI senilai Rp 1 triliun. Per kuartal I 2018 BRI Syariah telah menghimpun DPK hingga Rp 28,3 triliun atau tumbuh 22,99%.

Pembiayaan yang telah disalurkan BRI Syariah per kuartal I 2018 mencapai Rp 19,5 triliun. Pembiayaan tersebut tumbuh 8,45% dari tahun lalu sebesar Rp 17,98 triliun," ujar Indri.

Adapun PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) mencatatkan pertumbuhan aset pada kuartal I 2018 sebesar 28,8% menjadi Rp 38,45 triliun. Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis BNI Syariah menjelaskan, pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan DPK sebesar 27,7% menjadi Rp 32,95 triliun.

Targetnya sampai akhir Desember 2018 pertumbuhan aset BNI Syairaha diperkirakan akan tumbuh sekitar 15% seiring dengan pertumbuhan DPK dan pembiayaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×