kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 18.007   83,00   0,46%
  • IDX 6.142   -100,09   -1,60%
  • KOMPAS100 799   -13,51   -1,66%
  • LQ45 612   -8,76   -1,41%
  • ISSI 212   -3,44   -1,60%
  • IDX30 340   -4,48   -1,30%
  • IDXHIDIV20 427   -2,32   -0,54%
  • IDX80 91   -1,54   -1,66%
  • IDXV30 116   -0,66   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,89   -0,80%

BCA Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh 25%, Minat Masyarakat Mulai Bergeser


Senin, 28 September 2026 / 13:52 WIB
BCA Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh 25%, Minat Masyarakat Mulai Bergeser
ILUSTRASI. BCA mencatat pertumbuhan solid pada pembiayaan kendaraan listrik dengan portofolionya mencapai Rp 4 triliun per Juni 2026, meningkat 25% YoY (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Aura Putri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan masih catat pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV). Padahal di saat yang sama kredit kendaraan bermotor (KKB) secara keseluruhan masih kontraksi.

Mengutip data uang beredar BI yang dipublikasikan pada Senin (28/9/2026), KKB perbankan per Agustus masih terkontraksi sebesar 10,3%, lebih dalam dibandingkan kontraksi 10,0% pada bulan sebelumnya.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan solid pada pembiayaan kendaraan listrik. Per Juni, portofolionya mencapai Rp 4 triliun, meningkat 25% secara tahunan.

Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan, permintaan kendaraan listrik saat ini mulai mendekati kendaraan konvensional berbahan bakar bensin maupun hybrid.

Baca Juga: OJK Perkuat Mitigasi Risiko Fraud di Sektor Keuangan Digital

"Permintaan untuk mobil listrik atau EV jumlah unitnya tidak kalah, hampir sejajar dengan mobil konvensional yang pakai bensin atau hybrid. Jadi kami mencermati tren ke EV semakin meningkat," ujar Vera dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Vera mengatakan, pergeseran minat masyarakat ke kendaraan listrik turut memengaruhi nilai kredit yang disalurkan BCA. Sebab, harga mobil listrik yang dibiayai umumnya lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

"Dalam masa transisi 2 tahun ke depan. Jika minat terhadap EV semakin meningkat. Jumlah unit yang kita bukukan semakin meningkat juga. Kemungkinan jumlah volume kreditnya bisa sedikit menurun," jelasnya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, pembiayaan kendaraan listrik masih menghadapi tantangan, terutama suku bunga dan pasar kendaraan bekas EV yang belum sepenuhnya terbentuk.

Baca Juga: BI Sebut Penggunaan QRIS Makin Masif, Pertumbuhan Uang Kartal Melambat

"Pasar bekas EV belum sepenuhnya terbentuk itu juga jadi salah satu hambatan," ujar Bhima kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).

Untuk memperluas pembiayaan EV, bank dan lembaga pembiayaan perlu memperkuat kerja sama dengan produsen kendaraan listrik serta menyiapkan skema uang muka yang lebih ringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×