kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.827   -1,00   -0,01%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BCA: Kebutuhan kredit infrastruktur sangat besar


Senin, 18 Desember 2017 / 20:52 WIB
BCA: Kebutuhan kredit infrastruktur sangat besar


Reporter: Yoliawan H | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa BUMN konstruksi yang sedang menggarap proyek infrastruktur mencoba untuk mendapatkan pembiayaan selain dari perbankan antara lain dengan pembiayaan pasar modal dengan skema penerbitan surat utang (bond).

Bank Indonesia (BI) juga mencatat pembiayaan pasar modal per Oktober 2017 meningkat 45% secara tahunan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan pembiayaan infrastruktur sangat besar. Jadi wajar apabila ada skema lain dan lembaga lain yang ikut dalam pembiayaan.

“Infrastruktur sangat besar kebutuhannya jadi memang harus dari bank, pasar modal dan investor lain serta lembaga non bank juga dapat berpartisipasi supaya target pembiayaan tercapai,” ujar Jahja kepada Kontan.co.id, Senin (18/12).

Sebagai gambaran, hingga kuartal III 2017 kredit infrastruktur BCA sudah mencapai Rp 15 triliun. Berdasarkan pemberitaan Kontan sebelumnya, per September 2017 total kredit sindikasi yang diikuti BCA telah mencapai Rp 8,35 triliun. Diharapkan, angka ini akan meningkat mencapai Rp 14,35 triliun pada akhir tahun 2017.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×