Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sudah menjalani stress test untuk melihat tingkat ketahanan bank menghadapi skenario perekonomian terburuk. Dari hasil tes itu, BCA yakin bisa menjaga pertumbuhan tahun ini.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility Hera F. Heryn mengatakan, optimisme ini didukung oleh kondisi permodalan BCA yang masih terjaga solid.
"BCA senantiasa mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid guna menghadapi ketidakpastian global," kata Hera kepada Kontan akhir pekan lalu.
Baca Juga: OJK Bubarkan Dana Pensiun PT Otsuka Indonesia
BCA saat ini tercatat memiliki rasio kecukupan modal (CAR) yang sangat tebal. Sampai dengan kuartal-1 2026, CAR BCA tercatat berada di level 27%, jauh di atas ketentuan batas minimum regulator.
Hera menambahkan, pada kuartal-1 2026, pencadangan LAR BCA tercatat solid sebesar 69,7%. Sedangkan, pencadangan NPL BCA tercatat sebesar 174,6%.
Menurutnya, dengan rasio-rasio tersebut, BCA memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi dan bisnis debitur.
"Terkait risiko kredit, BCA terus melakukan monitoring risiko konsentrasi kredit termasuk penggunaan limit kredit dan kualitas portofolionya," ucapnya.
Selain itu, Hera juga memastikan BCA akan selalu menjalin komunikasi dengan para debiturnya, terutama yang bisnisnya terdampak gejolak ekonomi. BCA juga melakukan evaluasi berkala terhadap setiap sektor kreditnya.
Dengan langkah-langkah yang sudah direncanakan, Hera optimistis BCA dapat terus bertumbuh positif tahun ini. Ia bilang, BCA selalu konsisten melakukan stress test.
Baca Juga: Dapen BCA Catatkan Peningkatan RoI Jadi 0,92% per Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












